banner
hari gizi istimewa

Sequis Ajak Masyarakat Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat di Hari Gizi Nasional

Serpongupdate.com – Indonesia kembali memperingati Hari Gizi Nasional (HGN)  ke-58 pada 25 Januari 2018. Dalam upaya mengatasi masalah kurang gizi di Indonesia, sejak tahun 2013 telah dikeluarkan Peraturan Presiden No. 42 mengenai Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi agar terjadi percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada seribu hari pertama kehidupan, hal ini mengingat kesehatan masyarakat adalah aspek mendasar dalam upaya pembangunan bangsa.

Tidak hanya berhenti di situ, untuk mewujudkan gagasan Generasi Emas 2045, Presiden Joko Widodo pun memberi perhatian lebih pada pentingnya status gizi yang optimal dan perbagikan gizi secara terus menerus bagi terciptanya SDM yang sehat, cerdas,dan produktif.

Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat modern saat ini adalah meningkatnya penyakit degeneratif atau penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan organ tubuh.  Penyakit degeneratif antara lain adalah hipertensi, diabetes melitus, stroke, kanker, jantung koroner dan gagal ginjal kronis. Pemicu penyakit ini adalah makanan yang tidak bergizi seperti junk food, kurang berolah raga, kebiasaan merokok, kurang istirahat, tingkat stress tinggi, penggunaan smart phone yang berlebihan, dan masih banyak kebiasaan tidak sehat lainnya.

World Health Organization (WHO) mengemukakan bahwa hampir 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit degeneratif. Data Kemenkes RI pada 2012 pun memperkirakan jumlah penyakit degeneratif akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2030. Hal ini  seiring dengan meningkatnya perubahan gaya hidup, dan gangguan mental akibat berubahnya lingkungan fisik dan modernitas.

Fakta di atas, menjadi indikasi perlunya transformasi kebiasaan hidup yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur serta deteksi penyakit sejak dini.  Jika permasalahan penyakti degeneratif tidak segera diantisipasi maka kualitas hidup kita akan semakin menurun. Pencegahannya akan lebih baik jika dimulai sejak 1,000 hari pertama kehidupan karena pada masa tersebut adalah penentuan kualitas hidup. Dampak jika nutrisi tidak diperhatikan adalah janin tidak berkembang dengan normal dan pada saat dewasa juga rentan terserang penyakit.

Dr. Hendra menyarankan agar keluarga Indonesia mulai mempraktikkan gaya hidup sehat seperti  memperbanyak makan sayur dan buah, berolah raga secara  rutin, latihan olah nafas atau meditasi untuk mengurangi stres. Menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk menciptakan kualitas hidup karena keluarga adalah komunitas yang paling mudah untuk membentuk kebiasaan dan tindakan preventif, terutama sekali diterapkan  pada anak, remaja, dan ibu hamil.

Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan misalnya untuk mencegah penyakit diabetes, dengan mencari tahu berapa jumlah gula yang dapat dikonsumsi agar mampu diolah oleh tubuh. Hal ini karena jika telah menderita diabetes, tubuh akan sulit mengubah glukosa dari karbohidrat sederhana jika gula dikonsumsi dalam jumlah yang besar, sebab hormon insulin pada penderita diabetes sebagian telah  mengalami resistensi. (rls)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *