33.8 C
Tangerang Selatan
Rabu, 29 Mei 2024
Serpong Update
ADVERTORIAL

Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa Ramadhan? Ini Kata Dokter RSU Tangsel

Serpongupdate.com – Apakah ibu hamil boleh berpuasa? Pertanyaan ini selalu ada saat masuk bulan Ramadhan. Tidak bisa dipungkiri, berpuasa saat Ramadhan merupakan salah satu kewajiban umat Islam.

Seperti yang diperintahkan dalam Al-Quran. Yaitu, pertama, surat Al Baqarah ayat 183 mewajibkan umat muslim berpuasa. Kedua, surat Al Baqarah ayat 184-187 penjelasan aturan pelaksanaan, ada pengecualian bagi orang kondisi tertentu (syarat dan ketentuan berlaku) untuk tidak berpuasa, di antaranya kondisi sakit, dalam perjalanan (musafir) dan bagi yang merasa berat menjalankanya. Ketiga, ibu hamil dalam kondisi sakit.

Namun, bagaimana dengan ibu hamil? Hamil merupakan proses pembentukan manusia yaitu mutlak butuh nutrisi lengkap yang hanya didapat dari makanan ibu, dan ibu hamil mengemban amanah besar seperti mempersiapkan khalifah (pemimpin) dan ibu hamil wajib mengutamakan kecukupan nutrisi dalam rangka mempersiapkan seorang pemimpin.

“Bukan kondisi sakit atau setiap yang sakit selalu berharap diakhiri dengan sembuh. Berbeda dengan kehamilan yaitu, kelancaran dalam kehamilan dan kehamilan ini dilalui dengan baik,” ujar dr. Yessy Marianna Nasution, Sp.OG dari RSU Kota Tangerang Selatan (RSU Tangsel).

Menurut WHO

Menurut WHO, sakit adalah jika terjadi ketidakseimbangan atau gangguan pada fungsi jasmani, mental, spiritual, dan sosial sehingga menyebabkan gangguan fungsi tubuh. Pada ibu hamil terjadi perubahan keseimbangan fungsi tubuh yaitu, adaptasi.

Para ahli kedokteran sepakat bahwa dalam kondisi normal ibu hamil bukan kondisi sakit. Namun ibu hamil dapat atau berpotensi mengalami sakit atau rasa sakit seperti proses persalinan atau kontraksi medis lainnya.

Hasil dari penelitian tidak ditemukan efek buruk luaran kehamilan dari ibu hamil yang melalukan puasa Ramadhan (Petherick et al, BMC pregnancy and Childbirth 2014 : van Blisen et al, J Epidemol Glob Health, 2014) dan perhatian utama pada nutrisi adalah, satu, usia kehamilan itu berbeda pada tahapan trimester. Kedua, status nutrisi ibu adalah underweight, dan ketiga, status pertumbuhan janin adalah janin normal pertumbuhan janin kecil.

Berikuti ini,  yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil Saat Puasa

Nutrisi

Nutrisi yang baik untuk ibu hamil yaitu, nutrisi yang lengkap/memadai untuk memenuhi kebutuhan janin, untuk nutrisi yang lengkap dibutuhkan jumlah dan jenis harus tetap sama atau mendekati sama dengan kondisi jika tidak berpuasa dan jadwalnya 1 bulan.

Buat Jadwal Makan

Persiapankan diri sebelum bulan Ramadhan dengan meningkatkan cadangan kalori tubuh. Gunakan pola 2 kali makan besar dan 2 kali makan kecil selama waktu buka hingga sahur. Saat berbuka hindari makan tinggi karbohidrat simplek, hindari makan hingga kekenyangan.

Ibu hamil butuh lauk asam amino dan asam lemak, saat sahur makan makanan yang diserap lambat seperti nasi, kentang, dan sereal. Hindari bahan dari tepung terigu, konsumsi makanan sumber protein, konsumsi daging merah (sapi) dan daging putih (ayam), konsumsi sayur hijau, hindari makan/cemilan manis berlebihan dan hindari pola minum banyak dalam sekali waktu. Gunakan pola minum sedikit tapi sering.

Hindari kopi, teh, minuman berkarbonasi jumlah berlebihan. Disarankan air putih/mineral, disarankan minum susu formulasi atau suplementasi lainya, terutama jika tidak dapat memenuhi jumlah dan ragam jenis nutrisi.

“Membuat daftar menu agar terlihat jika terdapat kekurangan, berkonsultasi dan selalu dalam pengawasan dokter sebelum dan sesudah ibu hamil berpuasa,” kata dr. Yessy.

Kondisi Ibu Hamil Tidak Disarankan Berpuasa

Menurut dr. Yessy Marianna Nasution, Sp.OG.,  sebelum berpuasa, ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan agar janin yang dikandungnya dalam keadaan sehat.

Jika ibu hamil dengan kondisi atau penyakit tertentu seperti mual, muntah, DM, hipertiroid, infeksi kronis, gangguan pencernaan, ibu dengan status mainutrisi atau underweigth, ibu hamil yang kenaikan BB tidak sesuai rekomendasi, ibu dengan aktivitas kerja berat, kapasitas makan ibu rendah, ibu merasa berat untuk berpuasa, janin dengan laju pertumbuhan yang rendah, saat persalinan atau mendekati saat persalinan. (Adv)

Berita Terkait

Leave a Comment