banner
petugas sampah

Atasi Kenaikan Volume Sampah di Tangsel, 600 Petugas Kebersihan Diturunkan

Serpongupdate.com - Libur Lebaran tak lepas dari sebuah perayaan, yang juga erat kaitannya dengan limbah yang dihasilkan. Apalagi limbah rumah tangga yang berupa sayur-mayur, buah-buahan, plastik, serta pembungkus makanan lainnya. Oleh sebab itu volume sampah pun mengalami peningkatan. Seperti yang terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sepanjang libur Lebaran 2018, volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel mengalami kenaikan dua kali lipat dibandingkan hari biasanya. Dalam sehari, kenaikan voume sampah mencapai 10 ton untuk sampah pasar dan perumahan.

Hal ini disebabkan tingginya tingkat konsumsi masyarakat pada saat lebaran, sehingga menjadikan sampah turut meningkat. Sampah tersebut didominasi sampah yang dihasilkan dari bahan pangan. Banyak warga yang mengadakan makan-makan acara open house maupun halal bi halal.

sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Toto Sudarto, menjelaskan, guna mengatasi masalah sampah tersebut, sebanyak 600 petugas kebersihan diturunkan untuk mengangkut sampah, truk dinas lingkungan hidup pun tetap bekerja meski lebaran, dan mereka mengangkut volume sampah dari Tempat Penampuan Sampah Sementara (TPS) di masing-masing wilayah ke TPA.

Tingginya volume sampah tersebut menjadikan petugas di TPA harus bekerja lebih dibanding hari biasa. “Kami masih tetap bekerja meskipun lebaran. Kalau tidak bekerja, maka sampah akan semakin menggunung,” jelasnya.

Sementara Kepala Seksi Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Rastra Yudhatama, menjelaskan, selain para petugas TPA yang tidak libur, alat eskavator di TPA juga selalu tersedia. Jika pada saat lebaran seperti ini, sampah paling banyak diangkut dari pasar dan rumah tangga. Jika biasanya di instansi dan sekolah, karena libur maka sampah paling banyak diangkut dari sampah rumah tangga.

Jenis sampah, lanjutnya, didominasi dari buangan pasar tradisional dan rumah tangga. Hal ini, menurutnya, dapat dilihat dari tumpukan sampah basah yang diangkut ke TPA.

 

“Sementara untuk jumlah peningkatan biasanya untuk sampah rumah tangga per harinya mencapai 2,5 ton sekarang mencapai 4 ton per harinya, sedangkan untuk sampah pasar mengalami kenaikan dua kali lipat biasanya 3,5 ton menjadi 7 ton per harinya, misalnya Pasar Jombang biasanya 1 amroll per hari naik menjadi dua amroll per harinya,” ungkapnya. (zie)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *