25.2 C
Tangerang Selatan
Jumat, 26 Februari 2021
Serpong Update
EDUCATION

Candle Tree School Luncurkan Novel dan Cerpen Bahasa Inggris

Serpongupdate.com – Siswa Kelas XII Candle Tree School kembali gelar Launching Novel dan Cerpen dalam bahasa inggris dengan judul What Lies Beneat dan Disable

Novel yang di tulis oleh murid kelas XII IPA dan Cerita pendek (Cerpen ) oleh Kelas XII IPS merupakan projek tahunan Candle Tree School dalam rangka mengembangkan kreatifitas dan kualitas siswa dalam membuat buku dan novel dalam berbahasa Inggris,  tidak hanya itu Novel Writing Project atau projek penulisan Novel dalam Berbahasa Inggris inipun merupakan program pembelajaran bagi murid SMA Candle Tree terutama dalam menggunakan Bahasa Inggris melalui kemasan dan tantangan yang lebih menarik .

Hal ini disampaikan oleh kepala sekolah SMA Candle Tree School, Ediduani Widianti saat menggelar  Lauunching novel dan cerpen bahasa Inggris di gedung auditorium lantai empat,  Kamis 18/07/19.

Ediduani juga menambahkan proyek ini juga dirancang sebagai sarana untuk mencapai visi dan misi sekolah yaitu sebagai tempat penyemaian para pemimpin di masa depan.

“Novel ini adalah Proyek tahunan sekolah kami untuk Kelas IPA XII dan IPS XII  untuk mengembangkan kreatifitas para murud SMA.  Projek ini juga mendorong siswa untuk mengaplikasikan ilmu Bahasa Inggris mereka pada novel yang akan mereka tulis. tema dan karya mereka ditentukan dan disunting oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan yaitu guru bahasa Inggris. Kami para guru mendampingi dan mengarahkan  mereka untuk menentukam judul juga temanya dan sementara tema secara global mereka yang mencari sendiri,” jelasnya.

novel 1

Dia melanjutkan, akhir dari projek ini adalah Launching novel yang dikemas dalam satu kegiatan di mana siswa akan menampilkan ketrampilan mereka yang diarahkan untuk mempromosikan novel yang  ditulisnya.

“Saya berharap dari projek ini bukan hanya terbitnya novel tersebut saja namun juga terbentuknya soft skill sebagai calon pemimpin. Siswa juga dapat belajar mengatur waktu dan bekerjasama dalam tim, bernegosiasi dapat membuat keputusan yang tepat dan banyak manfaat lainnya karna banyak cara untuk belajar tidak hanya belajar melalui kelas saja secara akademik. tapi dapat juga melalui kegiatan – kegiatan seperti membuat novel dan cerpen bahasa ingris yang juga merupakan bagian dari sarana untuk belajar,” terangnya.

Sementara di tempat yang sama pengarang novel disabilitas Sheryl Giovannia kelas XII IPA mengatakan, membuat  novel dalam bahasa Inggris ini adalah program tahunan dimana setiap tahun murid Kelas sebelas (XI) di anjurkan membuat projek novel dan cerpen dalam bahasa Inggris.

“Kami dari IPA kslas XII membuat novel dalam bahasa Inggris dan sementara dari IPS kelas XII dalam bahasa Indonesia dan dari kelas sebelas (XI) kami sudah mulai menulis sementara louchingnya yaitu pada saat naik XII setiap tahunnya, untk temanya berbeda beda untuk tahun ini kita mengabil tema tentang desabilitas,” tuturnya.

Ia berharap dalam membuat novel desabilitas ini semoga dapat lebih meningkatkan pengetahuan bagi orang yang membacanya dan pembaca  mengetahui lebih banyak lagi  tentabg desabilitas juga rasa empati.

“Novel ini kami buat sekitar 3 bulanan, kesulitanyaa nenuliskan apa yang ada si pikiran saya menjadi sEbuah kata namun berkat bimbingan guru semua kesulitan dapat tertanggulangi dan ada motifasi bagi diri saya untuk menulis lebih baik lagi terutama dalam bahasa inggris dan saya juga medapatkan banyak pengetahuan terutama tentang disabilitas tidak hanya itu saja saya juga dapat lebih menghargai tentang desabilitas,” terangnya.

Sementara lain halnya dengan Tannia siswi kelas XII IPS pengarang dari cerpen disable mengatakan,  dirinya terkadang mengalami kesulitan dalam menuangkan ide hingga membutuhkan imajinasi yang tinggi.

“Dari sejak awal kita sudah sepakat untuk terus kompak dalam kerja tim. saya menjadi lebih berpengalaman dan saya sering membaca novel namun untuk membaca dan membuat novel ini baru pertama kalinya dalam hidup saya karna dalam membuat cerpen bahasa Inggris butuh ketelitian yang tinggi agar tidak ada salah dalam penulisan karena dibaca banyak orang,” pungkasnya. (h3n)

Berita Terkait

Leave a Comment