25.2 C
Tangerang Selatan
Jumat, 26 Februari 2021
Serpong Update
HEALTH

Cegah & Sembuhkan DBD Sebelum Risiko Kematian

Serpongupdate.com – Masyarakat perlu peduli dengan bahaya DBD dengan cara menjaga kebersihan, memberantas nyamuk Aedes, dan segera bawa ke rumah sakit jika ada keluarga menderita DBD. Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus mengatakan, bahwa demam berdarah sangat mungkin terjangkit jika lingkungan terdapat banyak nyamuk Aedes aegypti.

Untuk itu, ia mengimbau agar nyamuk jenis ini diberantas sejak masih menjadi jentik hingga nyamuk dewasa. “Memberantas nyamuk Aedes sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan bukan hanya saat sedang mewabah saja. Apalagi, Indonesia merupakan endemis DBD yang sebarannya di seluruh wilayah tanah air dan demam berdarah dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis terutama saat musim hujan. Untuk itu, jika kita aktif melakukan pencegahan dan dilakukan secara reguler maka akan membantu mengurangi mewabahnya demam berdarah” ujarnya.

Memberantas nyamuk Aedes dapat dilakukan dengan cara memberantas sarang nyamuk dengan cara membersihkan dan menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan tersebut dan menghindari barang-barang yang bisa menjadi penampung air hujan. Jika memiliki vas bunga, tempat air minum burung, kolam ikan atau tempat lainnya yang menjadi penampung air, selalu ganti air dan bersihkan wadahnya.

“Bersihkan juga saluran atau talang air rumah Anda dan jika peralatan yang berpotensi menampung air tersebut sulit dikuras maka taburkan bubuk larvasida. Perhatikan juga pencahayaan di seluruh rumah, pastikan ventilasi hunian memadai, dan tidak membiasakan menggantung pakaian dalam kamar yang bisa berpotensi menjadi sarang nyamuk,” tambah dr Yosef.

Vice President of Life Operation Division Sequis Eko Sumurat menyarankan agar jika ada anggota keluarga ada yang terserang demam berdarah agar segera dibawa ke rumah sakit. Apalagi, saat penyakit DBD sedang mewabah. Mengingat penyembuhan demam berdarah membutuhkan banyak biaya, tidak hanya sekadar biaya pengobatan saja tetapi ada biaya tambahan yang harus dipenuhi, seperti transportasi dan akomodasi keluarga pasien selama pengobatan, tertundanya pekerjaan, dan menggerus anggaran keluarga. Oleh sebab itu, Eko menyarankan agar selain memberantas nyamuk penular, masyarakat juga perlu mengantisipasi dengan cara memiliki asuransi kesehatan.

“Asuransi kesehatan akan berguna saat kita harus rawat inap. Untuk itu, Sequis menyediakan produk asuransi kesehatan yang tidak hanya memberikan perlindungan penyakit tropis seperti DBD, tetapi juga untuk komplikasi selama dan setelah perawatan DBD,” ujar Eko. Ia juga mengatakan bahwa hingga Desember 2018, Sequis telah membayarkan klaim kesehatan untuk penyakit DBD sebesar lebih dari 677 juta untuk 186 kasus klaim kesehatan penyakit DBD dengan sistem reimbursement dan klaim kesehatan penyakit DBD dengan sistem cashless sebesar lebih dari 1,5 miliar untuk 170 kasus. Klaim penyakit DBD ini didominasi dari produk Sequis Q Health Platinum Plus Rider.

Selain Sequis Q Health Platinum Plus Rider, Sequis juga memiliki produk asuransi kesehatan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat, diantaranya, Sequis Q Infinite Medcare Rider, dan  Sequis Q Health Easy Insurance.

Sequis senantiasa melakukan kewajiban pembayaran klaim selama nasabah mengikuti ketentuan yang tercantum dalam polis. Ketentuan yang dimaksud tersebut misalnya, form pengajuan klaim, surat pernyataan, kwitansi perawatan asli, rincian detail rawat inap, duplikat dokumen hasil pemeriksaan selama rawat inap, copy identitas diri (KTP), kartu cashless, indikasi rawat inap yang kuat (medically  necessary), yaitu rekomendasi dari dokter yang merawat serta Surat Keterangan Dokter (SKD).

Selain itu, dalam mengajukan klaim harus sesuai syarat yang tercantum dalam buku polis, yaitu usia polis telah melewati waktu tunggu (waiting period) selama 30 hari, rumah sakit tempat pasien dirawat merupakan rumah sakit rekanan Sequis yang menyediakan fasilitas cashless, penyakit yang diderita tidak termasuk dalam ketentuan pengecualian underwriting. (rls)

 

 

Berita Terkait

Leave a Comment