banner
lipi

Cegah Virus Corona, LIPI Bikin Hand Sanitizer untuk Lingkungan Sendiri

Serpongupdate.com – World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona, yakni mencuci tangan dengan sabun dan penggunaan cairan pembersih tangan antiseptik (hand sanitizer).

Selain melonjaknya kenaikan harga masker, masyarakat pun berbondong-bondong membeli hand sanitizer. Sehingga, dalam beberapa waktu terakhir hand sanitizer menjadi barang langka dan harganya melonjak tajam di pasaran.

Guna menanggulangi kekhawatiran dan kelangkaan hand sanitizer di masyarakat, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memproduksi hand sanitizer di lingkungan LIPI. Produksi hand sanitizer dilakukan selama satu pekan di Pusat Penelitian Kimia, Tangerang Selatan sejak Senin (9/3/2020).

“Kami rencananya akan memproduksi 300 liter hand sanitizer untuk penggunaan hand sanitizer di lingkungan LIPI. Selain itu juga akan dibagikan ke sekolah-sekolah di sekitar kawasan Puspiptek sebagai bentuk kegiatan sosial,” beber Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, ketika produk hand sanitizer menjadi semakin langka, masyarakat pun bisa membuatnya sendiri karena bahan-bahannya tersedia di toko-toko kimia, jadi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir.

Agus Haryono, menjelaskan setiap batch produksi menggunakan mesin pengaduk (stirer) yang dapat menghasilkan 10 liter hand sanitizer yang dikemas dalam botol ukuran 250 ml dan 100 ml dan dilakukan dalam jangka waktu kurang lebih satu pekan.

“Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer sederhana adalah air, karbomer, etanol 95%, propilen glikol, dan trietanolamin. Sedangkan untuk pemproduksian hand sanitizer yag menggunakan mesin pengaduk adalah dengan penambahan bioetanol sebagai antiseptik sebanyak 63-65% dan nano silver sebagai tambahan antiseptik sebanyak 0,3%,” singkatnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki beberapa alternatif agen antimikroba yang diekstrak dari bahan alam Indonesia yang bisa membantu untuk membunuh mikroba yang menempel pada tangan.

“Ekstrak rempah seperti pala dapat menambah aroma wangi natural pada hand sanitizer. Sebagai aroma, ditambahkan juga pala, fraise, dan isopulegol sebanyak 0,05-0,1%. Dengan cara pembuatannya yang pertama adalah mencampurkan air dan propilen glikol ke dalam panci sambil dipanaskan dan diaduk,” jelasnya.

Lalu tambahkan karbomer sedikit demi sedikit sambil terus diaduk, sampai temperatur mencapai 80-90 derajat dan semua bahan tercampur dan larut sempurna, memakan waktu sekitar 20 menit. Proses selanjutnya adalah penambahan trietanolamin sebagai pengingkat ph dan gelling agent agar campuran tersebut berubah menjadi gel.

Selanjutnya adalah penambahan etanol sedikit demi sedikit ke dalam campuran gel yang berfungsi sebagai antiseptik. Tahap ini dilakukan tanpa proses pemanasan untuk menghindari penguapan dan pengadukan dilakukan selama kurang lebih 15 menit hingga hand sanitizer yang berbentuk gel ini siap digunakan.

“Dengan adanya hand sanitizer sederhana yang bisa dibuat sendiri di rumah, diharapkan bisa mengatasi kekhawatiran masyarakat dan kelangkaa produk hand sanitizer di pasaran. Tentunya dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada. Masyarakat tidak perlu panik. Kita bisa cegah infeksi virus corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan dan gunakan hand sanitizer,” tutupnya. (ccp)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *