banner
zaky

CEO Bukalapak Bicara E-Commerce di Kuliah Perdana UMN

Sebagai sebuah tradisi keilmuan, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengawali setiap tahun ajaran baru dengan rangkaian kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) sebagai sebuah simbol dari frase perkembangan kehidupan mahasiswa dalam menuju gerbang kehidupan baru.

Tepat di hari kelahirannya, 24 Agusutus 2016. Achmad Zaky selaku CEO Bukalapak.com menjadi pembicara pada OMB di Sidang Senat Tebuka Kuliah Perdana mengangkat tema “Muda, Merdeka dan Berkarya” untuk  mahasiswa baru UMN Gading Serpong, Tangerang.

Kuliah perdana yang diikuti sekitar 1.700 mahasiswa ini mengangkat topik yang sedang aktual di bidang teknologi dan informasi. Untuk itu kehadiran seorang Zaky, pengusaha yang sukses membangun situs e-commerce Bukalapak.com, menjadi motivasi bagi para techopreneur untuk membangun bisnis online startup.

“Kami sengaja mendatangkan pengusaha muda sekaligus pendiri Bukalapak.com untuk memberikan motivasi dan sharring kepada para mahasiswa baru. Agar mahasiswa UMN terinfluenza ide-ide kreatif seorang Achmad Zaky di tengah persaingan dan gempuran perang ekonomi kreatif berbasis internet,” terang Ninok Leksono Rektor UMN.

Selama 2 jam menjadi pembicara dalam kuliah perdana mahasiswa baru UMN. Pendiri perusahaan e-commerce Indonesia berbasis marketplace C2C yang fokus pada pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) tersebut memberikan motivasi untuk menjalankan dan membangun bisnis startup yang berbasis internet.

”Membangun sebuah bisnis itu harus serius dan ditekuni, terlebih bisnis yang berbasis data atau internet. Anda harus terjun langsung dan 100 persen fokus, karena menjalankan bisnis startup adalah sangat sulit dan dibutuhkan inovasi-inovasi terbaru,” papar Zaky di sela-sela acara.

Menjalani bisnis harus dimulai dari sekarang. Saat menjadi mahasiswa adalah waktu yang sangat tepat dengan kisaran usia 20 tahun sampai 35 tahun atau golden age. Dimana fase ini merupakan perkembangan kehidupan mahasiswa untuk berkarya dalam menuju gerbang kehidupan.

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa kita seharusnya tidak takut gagal dalam menjalankan usaha, tapi menerimanya. “Kegagalan adalah apa yang membuat kita memperbaiki diri. Saya pernah gagal beberapa kali dan saya merasa itu baik bagi saya. Kegagalan tersebut mengantarkan saya seperti  saat ini,” ungkap Zaky yang pernah gagal membuka usaha kuliner mie ayam.

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung mengawali karirnya dengan mendapatkan tawaran mengerjakan software quickcount pemilu dengan nilai 1,5 juta.

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *