banner
kabin garuda

Demi Kenyamanan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Ubah Konfigurasi Kursi

Guna mengoptimalkan layanan penerbangan haji tahun 1438 H /2017 ini, Garuda Indonesia menaikkan kapasitas kursi empat pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER dengan mengubah konfigurasi kursi pesawat.

Direktur Teknik dan Pemeliharaan Garuda Indonesia I Wayan Susena mengungkapkan, sebelumnya, konfigurasi kursi pesawat B777-300ER milik Garuda terdiri dari tiga kelas, yakni delapan kursi First Class, 38 kursi Bisnis, dan 268 kursi Ekonomi.

“Saat ini konfigurasi kelas itu menjadi 26 kursi Bisnis dan 367 kursi Ekonomi,” terangnya di dalam pesawat Boeing 777-300 ER sambil memperlihatkan kabin peswat tersebut.

Menurutnya, perubahan dari tiga kelas menjadi dua kelas ini bertujuan agar maskapai dapat lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan penumpang. Perubahan konfigurasi kursi ini juga merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia dalam strategi route optimization maskapai, antara lain seperti rute penerbangan haji dan umrah.

Selain peningkatan kapasitas armada, lanjutnya, Garuda Indonesia pada tahun ini juga meningkatkan jumlah awak kabin haji menjadi 558 awak kabin (sebelumbya 442 awak kabin), dimana 57 persen diantaranya merupakan putra-putri daerah.

“Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari pelayanan Garuda Indonesia kepada para Jemaah, khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian Jemaah hanya mampu berbahasa daerah,” terang dia.

Sementara itu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), menyatakan kesiapannya mendukung operasional penerbangan haji tahun 2017. Sebagai anak usaha yang bergerak dibidang perawatan pesawat, GMF memberikan Total Solutions Maintenance kepada Garuda Indonesia sebagai operator penerbangan haji Indonesia 2017.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto menyatakan bahwa GMF siap dan berkonsentrasi penuh dalam menjalankan operasional penerbangan haji.

“GMF mendedikasikan 74 orang engineer berkompetensi tinggi di sembilan embarkasi haji,” katanya.

Menurut Iwan, GMF akan menempatkan dedicated engineer di Sembilan embarkasi yaitu ; Jeddah & Madinah, Solo, Halim Perdanakusumah, Kuala Namu, Padang, Balikpapan, Lombok, Aceh dan Mumbai – India.

Selain itu, Iwan juga menyatakan dukungan maksimal dalam melayani jasa Line Maintenance, Cabin Maintenance Services, Material Services, Engineering Services, dan Outstation Line Maintenance bagi Garuda Indonesia sebagai maskapai penyelenggara penerbangan haji.

“Dengan target zero mistake accident disegala lini produksi dan komitmen untuk melayani dan menjaga kualitas kehidupan manusia yang lebih baik, kami berharap penyelenggaraan musim haji tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar” kata Iwan.

Diterangkan dia, Pada tahun 2016 lalu, Garuda Indonesia menerbangkan sebanyak 78.772 jemaah haji, dengan ketepatan waktu (on time performance) sebesar 98.05 persen.

“Total 78.772 jemaah haji tersebut diterbangkan dari delapan embarkasi yang dibagi dalam 205 kelompok terbang (kloter),” bilanganya.

Sementara itu tahun 2016 lalu GMF juga telah berkontribusi menurunkan sebanyak 78 orang personil untuk membantu penanganan penerbangan haji yang terdiri dari personil Line Maintenance, Outstation Line Maintenane, Base Maintenance, Cabin Maintenance, Material dan juga Quality and Safety.

Berdasarkan catatan technical operation tim Outstation Line Maintenance, dalam project haji 2016, GMF berhasil membukukan Dispatch Reliability sebesar 98,54 % dan Contribution of technical delay di angka 1,46 %.(han)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *