banner
fgd

Dinas Pariwisata Buat FGD Penyusunan Paket Wisata Daerah

Serpongupdate.com – Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan paket wisata daerah di Kota Tangsel bertempat di Gedung 3, Ruang 3A, Puspemkot Tangsel, Ciputat, Selasa (25/6).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Judianto, menjelaskan, dalam rangka mewujudkan kota yang cerdas, modern dan religious dan untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah no 5 tahun 2012 tentang penyelenggaran pariwisata di Kota Tangsel. Untuk itu, pihaknya perlu melaksanakan penyusunan paket wisata daerah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di Tangsel, serta turut meningkatkan pariwisata di Tangsel diperlukan upaya kolaborasi antar semua lapisan.

“FGD penyusunan paket wisata daerah kota Tangsel ini akan dapat memberikan informasi paket wisata yang ada di Tangsel, agar lebih menarik lagi bagi wisatawan domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengatakan, penyusunan paket ini merupakan strategi pemerintah kota Tangsel untuk terus meningkatkan potensi pariwisata di Tangsel. “Tangsel hanya memiliki luas wilayah 147 km, degan jumlah penduduk 1.5 juta, kami terus menjaga tata ruang wilayah, dimana 70 persen merupakan kawasan perumahan dan pemukiman dengan sektor ekonomi yang ada perdagangan dan jasa. Pekerjaan Rumah (PR) kami bersama bagaimana Tangsel menjadi rumah dan kota kita bersama, tidak hanya dinikmati oleh masyarakatnya saja, namun juga bisa mendatangan orang sehingga efek perdagangan dan jasa tidak hanya untuk masyarakat Tangsel namun juga untuk masyarakat luar tangsel.katanya.

Airin berharap dengan FGD ini bisa melihat skala mana yang harus didahulukan untuk pariwisata Tangsel. Jangan terlalu banyak, namun beberapa titik tetapi focus. Wisata sekarang bisa dibuat seperti kampung berkelir yang dibuat di kota Tangeran. “Kita bisa lakukan itu, namun kita harus focus kepada titik yang ingin kita kembangkan, namun jangan lupa kita juga harus jadi instagramable, seperti anak jaman sekarang, sehingga kita bisa menjual wisata kita melalui media sosial ini,” singkatnya. (rls)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *