35.9 C
Tangerang Selatan
Minggu, 25 September 2022
Serpong Update
EDUCATION

Fokus pada Konsep Keberlanjutan, UMN Laksanakan Lokakarya Nasional UI GreenMetric 2022

Serpongupdate.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan Lokakarya Nasional UI GreenMetric 2022 secara hybrid di Kampus UMN pada Selasa 30 Agustus 2022 hingga Rabu 31 Agustus 2022. Kegiatan lokakarya kali ini mengangkat tema “Collective Actions for Transforming Sustainable Universities in the Post-Pandemic Time.” Ini merupakan pertama kalinya UMN menjadi tuan rumah untuk acara Lokakarya Nasional UI GreenMetric.

Perubahan iklim telah mengubah seluruh isi bumi, dan banyak orang secara global telah menuntut keadilan iklim (climate justice). Oleh karena itu, keberlanjutan dan aksi perubahan iklim lainnya menjadi penting. Tidak hanya industri bisnis seperti restoran atau transportasi, universitas juga merupakan industri yang memiliki kontribusi terhadap emisi – krisis iklim yang signifikan. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk mengedukasi anak-anak muda generasi masa depan mengenai pentingnya menjaga bumi kita; membuat tindakan keberlanjutan yang ambisius dan nyata di keseluruhan aktivitas kampus menjadi krusial.

Baca juga : Gebyar Kemerdekaan, Sinar Mas Land Gelar Seminar Pendidikan Nasional di BSD City

Baca juga : Tingkatkan SDM Unggul, Pemkot Tangsel MoU dengan Universitas Terbuka

Universitas-universitas terbaik di seluruh dunia, termasuk UMN, telah berusaha untuk membuat perubahan dan berjuang untuk masa depan planet kita. Salah satunya, dengan inisiatif menjadi host atau tuan rumah Lokakarya UI GreenMetric 2022. Kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan memperluas partisipasi perguruan tinggi dalam pengelolaan kampus hijau dan meningkatkan kesadaran universitas terhadap keberlanjutan.

Hari pertama (30/08/22) berfokus pada pertemuan dan diskusi antara para Koordinator UI GreenMetric World University Ranking Network (UI GWURN) tingkat Nasional. Dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc, Koordinator Nasional UI GWURN Indonesia dan Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Mereka mengadakan open forum dan berdikusi mengenai perkembangan ranking kampus Indonesia di UI GWURN, menciptakan pemimpin keberlanjutan global, dan bermitra dalam solusi untuk tantangan keberlanjutan.

Para pemimpin universitas diundang untuk berdikusi dan memberikan saran untuk program dan pelaksanaan UI GreenMetric yang ada saat ini dan kedepannya. Open forum tersebut menghadirkan diskusi yang bermanfaat dan terlihat antusiasme dari berbagai kampus yang ingin menjadi host Lokakarya Nasional UI GreenMetric yang selanjutnya.

Sudah Saatnya Kampus Memperdulikan Isu Krisis Iklim

Membuka puncak acara di hari ke dua Lokakarya UI GreenMetric 2022, Ninok Leksono, Rektor UMN, menyinggung isu-isu lingkungan seperti surutnya sungai ketiga terbesar di dunia di China. Ninok membuka acara dengan menegaskan pentingnya kampus ikut memperdulikan dampak pemanasan global.

“Pemanasan global tidak hanya menimbulkan perubahan iklim tetapi juga ekstriminitas. Setiap tahun menjadi tahun terpanas dalam seabad terakhir. Jika manusia tidak mengerem kenaikan suhu permukaan bumi, hal yang dapat terjadi adalah bencana lingkungan yang mengancam sejumlah miliar penduduk yang ada di muka bumi,” buka Ninok.

Ia juga menambahkan pentingnya para perguruan tinggi di Indonesia untuk bersatu, terutama dengan adanya UI GreenMetric yang diakui oleh lembaga lingkungan di kancah internasional. Walau dengan adanya ranking yang membuat kampus-kampus untuk ikut berlomba menjadi hijau, ini merupakan kompetisi yang baik karena bertujuan untuk berkontribusi dan menurunkan emisi.

“Saat pengamat lingkungan mengatakan waktu hampir habis, artinya sebelum global warming menjadi irreversible Kita bertanya, Sudah cukupkah kita mendengar peringatan tersebut? Sudah cukupkah kita bertinndak untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi. Kalaupun terkesan too little dan too late, kita harus tetap berkontribusi. Jadi pagi ini kita bergembira bisa berkumpul di sini untuk merundingkan apa kontribusi kita untuk menangani global warming,” ucap Ninok.

Sejalan dengan Ninok, Prof. Riri Fitri Sari, Ketua UI GreenMetric, Universitas Indonesia mengucapkan bahwa kita (perguruan tingi) adalah manajer alam. Penting bagi kita untuk meninggalkan yang terbaik untuk anak-anak dan generasi penerus. “Kami dari UI GreenMetric mengucapkan terima kasih kepada UMN yang bersedia menjadi host Lokakarya,” ucap Riri.

Dr. Ir. Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia juga ikut mengisi acara pembuka hari kedua UI GreenMetric. Ia mengucapkan bahwa program UI GreenMetric dalam menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap keberlanjutan lingkungan sangat relevan dengan berbagai kebijakan dan program Kementertian dan Kehutanan yang telah dijalankan.

“Tantangan lingkungan hidup dalam konteks global semakin beragam. Tidak hanya pandemi covid, planet bumi juga menghadapi tantangan berlipat tiga atau triple challenges yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi, termasuk sampah. Desakan untuk akselerasi aksi-aksi perubahan iklim khususnya untuk peningkatan ambisi pengurangan emisi gas rumah kaca semakin kuat,” ucap Siti.

Pemerintahan Indonesia juga telah berupaya keras untuk hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Program-program dan inisiatif seperti UI GreenMetric tentunya akan bantu mendorong Indonesia untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup. Semua bergantung bagaimana kita semua sebagai elemen bangsa bekerja dalam implementasinya.

Bagaimana Kampus Menerapkan Keberlanjutan Dalam Institusinya

Lokakarya ini mengundang berbagai keynote speaker untuk melaksanakan sharing session (sesi berbagi) berbagai topik terkait tema UI GreenMetric 2022 “Collective Actions for Transforming Sustainable Universities in the Post-Pandemic Time.” Berbagai representatif universitas membagi bagaimana mereka menerapkan program-program atau kebijakan di kampusnya untuk mengimplementasi keberlanjutan. Berikut berbagai keynote speakers dan topik yang diangkat:

Topik: Pengelolaan Penataan dan Infrastuktur, Energi dan Perubahan Iklim, Limbah.

1.            Ir. Sarino, MSCE., Universitas Sriwijaya – Pengelolaan Penataan dan Infrastruktur.

2.            Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Universitas Multimedia Nusantara – Pengelolaan Energi dan Perubahan Iklim.

3.            Prof. Dr. Margana, M.Hum.,M.A., Universitas Negeri Yogyakarta – Pengelolaan Limbah.

4.            Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum, Universitas Sebelas Maret – Pengelolaan Energi dan Perubahan Iklim.

5.            Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., UIN Raden Fatah Palembang – Pengelolaan Penataan dan Infrastruktur.

6.            Dr. Sukarsono. M.Si., Universitas Muhammadiyah Malang – Pengelolaan Limbah.

Topik: Pengelolaan Air, Transportasi, Pendidikan, dan Penelitian.

1.            Andriah Feby Misna, S.T., M.T, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan – Pengelolaan Air.

2.            Ir. Imam Aschuri, M.T., Ph.D, Ketua Komisi Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Senat Akademik Institut Teknologi Nasional Bandung – Pengelolaan Transportasi.

3.            R. Pranajaya, S.Kp, M.Kes., Wakil Direktur 2 Poltkkes Kemenkes Tanjungkarang – Pengelolaan Pendidikan.

4.            Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., Universitas Padjadjaran – Pengelolaan Air.

5.            Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Universitas Teknokrat Indonesia – Pengelolaan Transportasi.

Selain sesi berbagi, pada acara Lokakarya UI GreenMetric 2022 ini UMN juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Teknokrat. Ditambah lagi, UMN dan seluruh partisipan UI GreenMetric 2022 juga turut menyambut Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang akan menjadi host Lokakarya UI GWURN 2023.

Kampus Indonesia Menuju Green Campus.

Menutup Lokakarya UI GreenMetric 2022, berbagai representatif acara ini menyampaikan pesan dan kesannya. Mereka semua berharap bahwa lokakarya ini dapat mendorong lebih banyak kampus untuk menjadi lebih berkelanjutan dan hijau.

“Merupakan sebuah kehormatan karena UMN memiliki kesempatan untuk ikut turut dalam penyelenggaraan lokakarya ini,” ucap Ninok. Ia menyampaikan melalui wawancara terpisah bahwa melalui acara ini, UMN berkesempatan untuk memperlihatkan apa yang sudah dilakukan UMN selama ini untuk membuat kampus menjadi lebih hijau dengan bangunan yg lebih hemat energi. Selain itu, presentasi yang dilakukan representatif UMN diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi universitas lain yang akan membangun gedung, kampus, atau fasilitas baru untuk mendukung kegiatan kampus mereka.

Junaidi, Wakil Ketua UI GreenMetric juga turut menutup acara. Dia berharap bahwa upaya keberlanjutan dalam kampus tidak hanya menjadi sebuah gimmick atau upaya marketing, tetapi benar-benar untuk lingkungan hidup.

“Semoga presentasi-presentasi yang disampaikan membawa inspirasi buat Bapak Ibu sekalian. Mudah-mudahan ada lesson learned atau ide bagaimana di kampus kita masing-masing bisa menjadi lebih lestari,” tutup Junaidi.

Seluruh peserta UI GreenMetric 2022 menutup sesi berbagi dan melanjutkan acara dengan melakukan tur kampus UMN dan melakukan penanaman pohon bersama. Acara UI GreenMetric 2022 berjalan dengan lancar dan menghasilkan berbagai diskusi yang menarik dan bermanfaat.

Dunia bersatu dalam misi untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ditetapkanlah 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) pada tahun 2015. Perguruan tinggi merupakan lembaga utama penyebaran ilmu pengetahuan baik melalui penelitian maupun pengajaran. Aspek-aspek tersebut menjadikan universitas sebagai pemain penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

UMN berharap bahwa kegiatan hari ini bermanfaat dan dapat membantu mendorong penerapan SDGs pada masing-masing kampus. Terima kasih, salam sukses dan sehat selalu dari UMN kepada seluruh pengelola dan partisipan Lokakarya Nasional UI GreenMetric 2022. Mari kita semua bersama-sama bekerja sama, saling membantu, dan membuat bumi kita menjadi lebih sehat dan menjadi tempat yang lebih baik untuk seluruh makhluk hidup. (Rls)

Berita Terkait

Leave a Comment