banner
IMG-20180210-WA0000

Gabungan Ormas Islam Se-Tangsel Siap Aksi Tolak LGBT

Serpongupdate.com - Ribuan masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) yang berasal dari gabungan Ormas Islam, rencananya akan menggelar Aksi Damai yaitu Aksi Bersama Tangsel Menolak LGBT, yang akan digelar pada Minggu (11/02/2018).

Hal ini dijelaskan Ketua Panitia Aksi Bersama Tangsel Menolak  LGBT, Arif Wahyudi. Dijelaskannya setelah Acara Diskusi Publik dengan tema “Bagaimanakah Menolak LGBT?” tanggal 20 Januari 2018 yang lalu sukses, Forum Bersama Tangsel (FORBEST), yang merupakan forum kebersamaan ratusan Lembaga dan Tokoh Masyarakat di Tangsel dan sekitarnya merencanakan Aksi Bersama Tangsel Menolak LGBT.

“Aksi tersebut akan dilaksanakan pada 11 Februari 2018, mulai pukul 06.30 sd 11.30 di Lapangan Cilenggang Serpong Tangsel.
Data sementara, Aksi ini didukung oleh 130 ormas yang jumlahnya terus bertambah. Pembicara yang mengkonfirmasi hadir antara lain Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany, Ketua Umum ICMI Orda Tangsel Benyamin Davnie, Sekjen AILA Nurul Hidayati, Ketua FPI KH Ja’far Shodiq, Anggota DPR RI Ali Taher FPAN, Irgan Chairul Mahfiz FP3, Aziz Syamsudin FPG, utusan FPKS, utusan FP Gerindra; serta Ketua MPR Zulkifli Hasan. Beberapa pembicara yang sedang ditunggu konfirmasinya antara lain Bupati Tangerang, Gubernur Banten, dan Mayjen (Purn) Kivlan Zein,” terang Arif, Jumat (08/02/2018).

Ditambahkan oleh Perwakilan Forum Masjid dan Musholah BSD (FMMB) Martha Bachtiar bahwa perilaku LGBT adalah perbuatan sex menyimpang yang merupakan kejahatan yang harus dipidana karena melanggar norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan.

“Hukum Pidana atas perbuatan prilaku LGBT tersebut tidak hanya berlaku untuk mereka yang melakukannya terhadap anak  yang masih berusia di bawah 18 tahun atau anak-anak akan tetapi juga berlaku untuk mereka  yang melakukannya dengan orang yang sudah berusia diatas 18 tahun.
Pidana atas perbuatan prilaku LGBT tersebut  juga diberlakukan kepada mereka yang melakukannya secara sukarela,” terang Martha.

Sudah seharusnya menurut Martha Bachtiar, segala bentuk sosialisasi untuk mengkampanyekan LGBT dan perbuatan prilaku LGBT dinyatakan sebagai kegiatan terlarang.

“Pidana atas perzinahan diberlakukan bukan hanya pada laki-laki dan perempuan yang sedang terikat dalam pernikahan melainkan juga berlaku bagi mereka yang tidak terikat dalam pernikahan. Kita berharap melalui Aksi ini terbangun kebersamaan ummat Islam khususnya dan ummat beragama pada umumnya untuk menjaga Indonesia dari kehancuran akibat LGBT,” pungkasnya (Nto)

 

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *