banner
kotret

Kotret Gelar Diskusi, Fotografer Irham : Tidak ada Foto yang Seharga Nyawa

Serpongupdate.com -  Diskusi fotografi jurnalistik di masa pandemi dihadirkan oleh Komunitas Taman Potret (Kotret) sekaligus menutup acara Pameran dan Diskusi Kotret dengan tema Semangat Menuju Fase Baru yang telah berlangsung sejak 15 hingga 20 Agustus 2020 di TangCity mal.

Hadir dua narasumber, Mast Irham Fotogafer Jurnalistik European Pressphoto Agency (EPA) dan Co Founder 100 Kata serta Dokter Carissa yang sempat bertugas di Griya Anabatic.

Acara yang diikuti oleh belasan peserta dari berbagai kalangan itu berlangsung di lantai 2 dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebagai moderator acara, Adrianto yang juga sebagai pewarta foto dari koran Indopos.

“Tidak ada foto yang seharga nyawa. Berbicara foto Covid-19 tidak selalu visual orang sakit, masih banyak yang bisa kita ambil misalnya dari sisi dampaknya, contohnya dampak pada bidang ekonomi atau pendidikan,” terang Mas Irham saat memaparkan materinya di sesi awal, Rabu (20/8).

Ia melanjutkan, bertugas di masa pandemi sebagai pewarta foto juga harus ekstra hati-hati. Jika setelah meliput di kegiatan swab test ataupun rapid selain langsung membersihkan diri, kamera yang dipergunakan juga harus turut dibersihkan.”Saya biasanya membersihkan kamera pada bagian yang bersentuhan dengan muka. Setiap selesai liputan selalu saya bersihkan,” imbuh fotografer yang kerap bertugas di daerah konflik ini.

Sementara itu, Dokter Carissa menyampaikan bahwa saat ini semua masyarakat harus betul-betul peduli kepada protokol kesehatan karena hingga saat ini vaksin corona belum diketemukan. “Jangan sampai lengah meski kita tengah disuasana adaptasi kebiasaan baru,”katanya.

Diskusi yang berlangsung selama satu setengah jam itu berlangsung dua arah. Sejumlah peserta ada yang melontarkan pertanyaan yang dijawab langsung oleh narasumber, salah satunya terkait pengunaan gawai dalam memotret saat bekerja sebagai jurnalis.

“Saat ini disetiap saku orang pasti ada gawai, setiap orang kini menjadi fotografer. Namun yang akan membedakan tentu hasilnya, hasil kamera gawai dan hasil kamera DSLR tentu berbeda,” tandasnya.  (Fjn)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *