banner
kbm

Pemkot Tangsel Masih Terapkan Sistem KBM Secara Daring Masuk Zona Orange Covid-19

Serpongupdate.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menerapkan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring, hal tersebut diungkapkan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengungkapkan, Tangsel masih masuk zona orange untuk itu kegiatan KBM masih belum bisa tatap muka hanya dilakukan secara online. Namun untuk pesantren ada yang sudah buka namun mereka menerapkan protokol kesehatan.

“Ada pesantren yang buka, namun siswa-siswinya diperiksa kesehatannya, mereka melakukan rapidtes, tidak hanya siswa-siswinya, namun gurunya pun juga dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, sejak 13 Juli lalu tahun ajaran 2020/2021 sudah dimulai. Meskipun dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke tujuh di Tangsel diberikan pelonggaran yang lebih namun untuk KBM belum ada pelonggaran.

Taryono menjelaskan, selama PSBB KBM bisa dilakukan secara daring. Secara daring, sambung dia, tentunya KBM memerlukan jaringan internet.

Karena itu, dalam rangka untuk mempermudah atau membantu memfasilitasi internet atau jaringan itu Dindikbud Tangsel sudah bekerjasama dengan Telkomsel. Dengan adanya kerjasama itu, beban kuota internet akan berkurang hingga 60 persen.

“Silahkan sekolah-sekolah melakukan tindak lanjut karena disitu ada kemudahan dan harganya murah. Kaitannya dengan jaringan paket itu tentu melalui kerjasama. Jadi tindak lanjutnya adalah sekolah harus mendaftarkan nomer-nomer siswanya, kalau enggak ya enggak bisa. Dan itu sudah saya sampaikan,” tuturnya.

Taryono menambahkan, untuk KBM daring atau sekolah yang tidak memungkinkan menggunakan jaringan internet nantinya guru di sekolah itu akan melakukan kunjungan ke rumah siswanya. Baik untuk sekolah TK, SD dan SMP.

“Kan ada beberapa sekolah yang orang tuanya enggak punya hp. Yang kaya gitu saya tugaskan di sekolah baik TK, SD, SMP untuk dilakukan home visit. Kunjungan guru ke rumah anak didiknya. Tentu enggak setiap hari, bisa jadi seminggu dua kali, seminggu sekali. Belajar jarak jauh kan bisa dengan penugasan. Nanti bisa di datangi seminggu sekali,” imbuhnya. (Adv)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *