30.8 C
Tangerang Selatan
Selasa, 30 November 2021
Serpong Update
Gallery

Pengelola Teraskota Mall BSD Minta Kepastian Relaksasi Pemerintah

Serpongupdate.com – Terjadinya pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh sektor yang ada di Indonesia. Tidak terkecuali sektor retail atau mall, departement store dan lainnya. Dari sekian banyak sektor, retail menjadi salah satu sektor yang merasakan kerugian paling signifikan.

Internal Consultant dan GM Teraskota Mall BSD, Eko Soekotjo menjelaskan bahwa terdapat 350 pusat perbelanjaan di Indonesia, dimana sekitar 250 mall berada di Jawa dan Bali. Dari data yang pernah disampaikan oleh Ketua APPBI kerugian akibat dampak Covid-19 sampai angka Rp 5,4 triliun per bulan.

”Untuk Jawa dan Bali sendiri mencapai Rp 3,4 triliun, belum persoalan karyawan dirumahkan, tenant-tenant yang gulung tikar atau lainnya, hal ini juga sangat berdampak dengan perekonomian daerah dan juga isu sosial masyarakat. Sebagai contoh PAD (Penghasilan Asli Daerah) di Tangsel menurun tajam,” ujar Eko.

Dia menambahkan kerugian hingga triliunan itu juga akhirnya memberikan dampak kepada seluruh pegawai yang bekerja bersama mereka. Sehingga, diharapnya adanya solusi agar dapat meminimalisir dampak finansial pelaku  bisnis pusat perbelanjaan dan dampak sosial masyarakat sekitarnya.

Atas dasar situasi ini, Pengelola  Teraskota Mall melakukan komunikasi dan koordinasi dengan regulator dalam hal ini Pemkot Tangsel yang kemarin diwakili oleh Dinas Pariwisata (DISPAR) dan Dinas Industri & Perdagangan (INDAG) , untuk melakukan terobosan-terobosan atau  strategi pengelolaan mall pada masa pemberlakuan PPKM Level 4.

”Kamiharus berani mengambil Langkah – langkah kongkrit dan terobosan – terobosan untuk meminimalisir terpuruknya perekonomian sektoral, bagaimanapun juga mall atau pusat perbelanjaan memberikan kontribusi kepada Pemda, dimana mall itu beroperasi terutama pajak dan lainnya,” ujar Eko.

Situasi ini tambahnya, membuat pihak pengelola mall membutuhkan kepastian terkait kebijakan apalagi yang akan diberlakukan oleh pemerintah jika pergerakan laju kasus Covid-19 ini tidak cenderung menurun. Apalagi dampak pandemi ini sudah dirasakan dari akhir Maret 2020 sampai saat ini.

”Artinya sudah 19 bulan kami berjuang untuk tetap bisa bertahan secara finansial dan saat ini adalah klimaksnya, dimana jika tidak ada kepastian buka operasional dan relaksasi dari regulator berpotensi bisnis mall akan tutup karena bangkrut,” katanya.

Mengingat sisa waktu yang sangat singkat, tinggal 4 hari lagi dimana hari Senin tanggal 2 Agustus 2021 batas pemberlakuan PPKM Level 4. Dirinya mewakili pengelola mall di Kota Tangsel merekomendasikan untuk tanggal 3 Agustus 2021, mall bisa buka dengan menerapkan sistem pengawasan dan monitoring terpadu untuk traffic pengunjung dan pemberlakuan self-assessment pengunjung secara manual sambil paralel menunggu support aplikasi tracking & tracing dari regulator atau pemerintah.Data traffic pengunjung akan dimonitor secara real-time atau online oleh regulator.

Strategi tersebut sudah disampaikan kepada regulator dalam hal ini Pemkot Tangsel yang diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Industri dan Perdagangan pada meeting bersama pada Rabu, 27 Juli 2021  pukul 10.00 WIB di Hotel Santika.

Sementara untuk memastikan pelacakan, penelusuran dan pembatasan pengunjung mall. Sebagai contoh setiap pengunjung yang masuk mall akan men-scan QR untuk mengetahui sudah vaksin belum, atau connecting penyelenggara test antigen dan PCR untuk mengetahui status test pengunjung, serta traffic untuk  mengetahui jumlah pengunjung dan batasan jumlah yang disepakati bersama.

“Untuk tracking dan tracing tentunya menjadi domain pemerintah untuk mensupport aplikasi yang  dibutuhkan seperti peduli lindung, trace together atau aplikasi lainnya, sementara untuk traffic  menjadi domain kami untuk menyediakannya,” singkatnya. (Red)

Berita Terkait

Leave a Comment