26.8 C
Tangerang Selatan
Senin, 15 April 2024
Serpong Update
HEALTH

Peran Penting Caregiver bagi Penyandang Demensia

Demensia merupakan suatu sindroma yang ditandai dengan terganggunya fungsi intlektual atau fungsi berpikir seperti mudah lupa, disorientasi, gangguan komunikasi, menurunnya kemampuan menganalisa dan kurang mampu mengambil keputusan. Gangguan tersebut akan berlangsung kronik dan semakin lama dirasakan tambah berat.

Menurut World Health Organization, diperkirakan bahwa pada tahun 2015 terdapat 47,5 juta orang hidup dengan demensia dan setiap tahunnya ada 7.7 juta kasus demensia. Demensia umumnya menyerang usia lanjut sekitar usia 65 tahun, namun dapat pula mengenaii usia yang lebih muda.

Spesialis Saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Dr.dr.Rocksy Fransisca, SpS mengatakan, pada penyandang demensia, terdapat kemunduran fungsi kognisi secara bertahapp disertai penurunan dalam aktivitas sehari-hari dan kadang muncul gangguan perilaku seperti mudah marah, curiga, menarik diri, agitasi, apatis, depresi, insomnia, hiperinsomnia, bahkan sampai gangguan yang lebih berat seperti delusi, dan halusinasi.

“Oleh karenanya, masalah yang dihadapi penyandang demensia sering bersifat kompleks sehingga memerlukan perhatian dan perawatan khusus terutama bagi keluarga atau penjaga atau pendamping pasien yang disebut caregiver,” ujarnya dalam keterangan pers pada hari Sabtu, 10 Desember 2016.

Keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai caregiver terdekat dalam merawat dan mendampingi pengandang demensia. Peran ini dapat pula diserahkan kepada petugas profesioanl atau caregiver.

Pelayanan yang optimal dengan memberikan kasih sayang yang tulus didukung dengan lingkungan yang nyaman dalam merawat pengandang dimensia dapat memberikan dampak positif pada perjalanan penyakit ini.

Dalam menghadapi penyandang demensia, keluarga maupun caregiver perlu memahami tentang penyakit ini dan tata cara penanganannya. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi dampak negatif bagi caregiver itu sendiri, seperti merasa frustasi, putus asa, mudah marah, bahkan depresi.

“Mengingat kompleksnya masalah dan tantangan bagi pendamping demensia, maka Memory and Aging Center Siloam Hospitals Lippo Village bersama tim ahlinya mengadakan seminar dan pelatihan untuk caregiver dalam menghadapi demensia,” papar dr. Anastina Tahjoo, MARS, CEO Siloam Hospitals Lippo Village.

Klinik Memory and Aging Center (MAC) Siloam Hospitals Lippo Village sejak tahun 2018 melayani deteksi dini atau screening gejala demensia.
siloam

Berita Terkait

Leave a Comment