30.7 C
Tangerang Selatan
Selasa, 26 Oktober 2021
Serpong Update
HEALTH

Polusi Udara dan Asap Picu Penyakit Asma di Perkotaan

Serpongupdate.com –  Penyakit asma kian hari semakin meningkat,  salah satu faktor penyebabnya adalah polusi udara dan asap di perkotaan dalam jangka waktu yang lama kondisi ini akan semakin meningkat mulai dari serangan asma akut dari stadium ringan hingga yang dapat mengancam jiwa atau mengakibatkan kematian.

Hal tersebut dikatakan dr. Samuel SpP, saat memberikan seminar tentang diagnosa asma dan penatalaksanaannya di Auditorium Siloam Hospital Lippo Karawaci, Tangerang.

Dokter Samuel berharap para peserta nantinya bisa mendapatkan pemahaman dan penanganan yang tepat untuk membantu pasien dalam penanganan yang tepat bagi penderitanya,“Agar memiliki kualitas hidup yang baik, gejala penyakit dapat terkontrol dan turunnya risiko terjadi serangan,” tambahnya.

Lebih lanjut dr. Samuel mengatakan,   sekitar 75 persen pasien masih melakukan kesalahan dalam menggunakan inhaler secara tidak benar, untuk itu cara penggunaan inhaler sangat penting sekali.

siloam 1

Dalam seminar dijelaskan secara rinci dan langkah – langkah dalam menerapkan metode GINA (Global Initiative For Ashma) sebagai panduan tentang bagaimana para dokter (peserta) agar dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit asma ini.

Sementara itu, dr. Leonardo Simanjuntak SpP. MKes menjelaskan perihal perbedaan asma akut dan kronis. “Hal ini disebabkan masih banyaknya kesalahan dalam mendiagnosa penyakit asma,” ujarnya.

Leonardo mengatakan, asma akut lebih tepat untuk digunakan pada penyakit yang diderita dalam durasi yang relatif singkat atau dalam waktu yang cepat.Sedangkan istilah kronis digunakan untuk menjelaskan suatu penyakit yang diderita dalam kurun waktu yang lama atau berkembang secara perlahan lahan.

“Asma bisa juga disebabkan karena udara yang terlalu dingin sehingga akan mengalami batuk yang menerus terutama saat malam hari atau pagi hari,” katanya.

Kemudian dipaparkan juga tentang perbedaan pemberian inhaler dan oral bagi pasien.Pemberian inhaler lebih bagus karena langsung ke dalam paru paru. Sementara pemberian oral prosesnya lebih lama karena harus melalui beberapa organ di dalam tubuh.”Setelah pemakaian inhaler pastikan pasien harus berkumur,” tegas dia.

Dalam sesi tanya jawab dr. Samuel memberikan penjelasan atas pertanyaan dari salah satu peserta tentang tindakan apa yang harus di lakukan jika pasien datang dengan kondisi yang dapat mengancam jiwa.

“Segera lakukan diagnosa dengan menggunakan metode GINA, karena asma itu tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikurangi tingkat levelnya dengan cara kontrol asma, karena dengan meminimalisir terjadi kembali asma akan berdampak baik,” tutupnya. (red)

Berita Terkait

Leave a Comment