banner
rakornas

Presiden Republik Indonesia Hadiri Rakornas Integrasi Riset dan Inovasi Indonesia 2020

Serpongupdate.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Integrasi Riset dan Inovasi Indonesia 2020 di Gedung Graha Widya Bhakti, Area Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (30/01/2020).

Dalam kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, Indonesia akan mencontoh negara Brazil dalam mengembangkan energi yang telah berhasil mengerjakan bahan bakar bio dari tebu yang dinamakan Bio Etanol.

Diketahui, Brazil sendiri merupakan negara pertama yang berhasil mengembangkan bio atau bahan bakar alternatif dan tersukses di dunia.

Oleh karena itu, pihaknya ingin segera memecahkan persoalan-persoalan yang dijelaskan oleh Bambang Brodjonegoro (Menristek BRIN), defisit neraca perdagangan khususnya energi yang sangat mengganggu, bertahun-tahun, daya saing Indonesia yang semakin rendah, produksi industri Nasional yang berbasis riset dan inovasi masih belum maksimal.

“Negara Brazil sejak tahun 1970 sudah menggunakan produksi energi bio etanol dan sekarang sudah seratus persen menjadi E100, saya ingin kita gak boleh kalah oleh Brazil, karena kita memiliki potensi jutaan liter minyak sawit untuk bio diesel,” ujarnya saat menghadiri Rakornas Ristek BRIM di Gedung Graha Widya Bhakti, Kawasan Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan. Kamis (30/1/2020).

Jokowi menjelaskan, saat ini lahan sawit yang dimiliki Indonesia mencapai 13 juta hektar, 45 persen milik petani sawit, dan 55 persen milik perusahaan, untuk produksinya sendiri sudah mencapai 46 juta ton per tahun.

“Dan alhamdulillah, saat kita sudah mampu B20, tahun yang lalu, tahun ini kita sudah masuk B30, dan nanti akan menuju ke B40, B50, naik terus hingga B100,” terangnya.

Jokowi menjelaskan, pengembangan energi bio ini bukan sesuatu yang mustahil, karena di Indonesia punya banyak pakar, punya banyak ahli yang hebat di sektor energi yang tersebar di banyak institut, universitas dan juga lembaga-lembaga penelitian baik pemerintah maupun swasta.

“Yang antara lain sudah berhasil membuat Katalis. Katalis yang mengubah minyak sawit menjadi solar, mengubah minyak kelapa menjadi bensin, mengubah minyak kelapa menjadi aktur, ini menurut saya luar biasa,” tutupnya. (ccp)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *