banner
resto

Puluhan Warga Serpong Terdampak Covid 19, Kembali Bekerja

Serpongupdate.com – Sebanyak 30 warga yang bermukim di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel0 akhirnya dapat bekerja kembali setelah kurang lebih 4 bulan  menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak dari Covid-19.

Umumnya mereka yang sebelumnya kembali bekerja merupakan buruh pabrik, asisten rumah tangga dan lainnya. Meski telah kembali bekerja, mereka telah menjalani serangkaian tes yang dilakukan oleh Owner seperti rapid test dan swab test serta tes keahlian lainnya.

Salah seorang pegawai bernama Andre Sugiantoro, mengatakan, jika dirinya akhirnya dapat bekerja kembali setelah empat bulan lamanya hanya berdiam diri di rumahnya.”Alhamdulillah, akhirnya kerja lagi dan bisa bantu kehidupan orang tua di kampong,” ujar Andre.

Meski telah kembali berkerja pria berumur 30 tahun ini menambahkan, bila tak masalah karena harus beradaptasi kembali di tempat kerja yang baru ini sebagai koki.

Hal senada pun diungkapkan oleh Fifi, menurutnya,  ia dan suaminya selama tiga bulan terakhir harus mencari pekerjaan serabutan akibat di PHK perusahannnya yang lama.”Pendapatan berkurang drastis akibat saya dan suami di PHK,” ujar Fifi.

Fifi menambahkan,  semoga ini awal yang baik untuk kehidupan keluarganya meski saat ini situasinya masih PSBB.

Sementara itu, Owner Se’i Sapiku Indonesia,  Muhammad Taslim Rachim mengatakan, jika akibat dari PSBB yang berkepanjangan pihaknya terpaksa membuka pendaftaran via media sosial (medsos).”Seluruh perekrutan yang dilakukan disini secara online seperti IG,” katanya.

Taslim menambahkan, seluruh pegawai harus menjalani sejumlah tes seperti rapid test, swab test dan lainnya.

Bahkan menurut Taslim, dimasa Covid-19 ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan seperti  pengunjung diwajibkan mencuci tangan, diperiksa suhu tubuhnya dan menjaga jarak.Selama PSBB, untuk jam operasional buka hingga pukul 21:00 WIB, tutup lebih cepat dari sebelumnya pukul 22:00 WIB. (Red)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *