25.5 C
Tangerang Selatan
Rabu, 28 Juli 2021
Serpong Update
ADVERTORIAL

RSU Tangsel : Cara Menjaga Kehamilan di Tengah Pandemi Covid-19

Serpongupdate.com – Kehadiran seorang bayi merupakan anugrah terindah bagi orang tua, terutama sang ibu yang melahirkan. Kehamilan itu sendiri. Selain menjaga kesehatan diri sendirI, ibu hamil juga harus memikirkan pertumbuhan dan kesehatan janin yang dikandungnya. serta menjaga persediaan obat dan alat medis di rumah. Tapi bagaimana jika kehamilan tersebut berada di tengah pandemi Covid-19?

Seperti diketahui kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan, dimana yang terinfeksi sebanyak 2.115.364, yang sembuh 1.850.481, dalam perawatan 207.685, meninggal 57.138.

Menjaga kehamilan di tengah Covid-19 bertujuan untuk menghindari paparan virus Corona. Cara menjaga kehamilan, tentunya ibu hamil harus patuh terhadap protokol kesehatan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Untuk itu Dokter RSU Tangsel, dr. Agus Heriyanto, Sp.OG mengajak ibu hamil membahas Pandemi dan Hamilku dalam kegiatan yang diselenggarakan melalui webinar pada  Senin (28/6).

Dalam webinar tersebut dr. Agus membahas antara lain efek Covid-19 pada kehamilan, efek Covid-19 pada janin, gejala klinis pada kehamilan, ANC selama pandemi, penanganan persalinan pada Covid-19, perawatan postpartum dan vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui.

“Wanita hamil memiliki kecenderungan penurunan daya tahan tubuh, memiliki resiko infeksi sama dengan orang biasa, peningkatan resiko pada keadaan kehamilan dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, asma dan penyakin jantung. Resiko terburuknya hingga memerlukan ICU atau alat bantu nafas,” ujar dr. Agus.

Ibu Hamil Selama Pandemi

Selama kehamilan di tengah Covid-19.  Ibu hamil harus melindungi diri dari paparan virus Corona. Yakni rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%. Selalu pakai masker saat keluuar rumah, misalnya saat pemeriksaan kehamilan di rumah sakit. Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci dan menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter.

dr. Agus menekankan jangan keluar rumah jika tidak penting banget. Hindari kontak dengan orang lain, apalagi jika orang tersebut sedang sakit. Lebih diperhatikan, bagi ibu hamil secara rutin membersihakan  permukaan benda yang sering disentuh, seperti ponsel, gagang pintu, meja makan, hingga meja kerja, dengan disinfektan. Lebih sering  mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi,  serta rutin berolahraga untuk tingkatkan daya tahan tubuh secara alami selama pandemi ini.

“Kegiatan olahraga tentu sebaiknya dilakukan di rumah. Adapun jenis olahraga yang aman untuk dilakukan oleh ibu hamil antara lain yoga, senam ibu hamil, pilates, dan peregangan mandiri.” Ucapnya.

Perawatan Ibu Hamil di Tengah Covid-19

Ibu hamil masuk dalam kategori kelompok rentan yang dapat terinfeksi Covid-19. Oleh karena itu, ibu hamil harus melakukan sejumlah langkah pencegahan sekaligus penguatan kandungan di masa pandemi ini.

Anda tetap perlu menjadwalkan kunjungan ke rumah sakit atau klinik untuk pemeriksaan kehamilan rutin.

“Saat kunjungan dan pemeriksaan harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. Ibu hamil disarankan untuk membuat janji terlebih dahulu sebelum datang memeriksakan kehamilan,  agar tidak terlalu lama mengantre,” ujar dr. Agus.

Lebih lanjut, dr. Agus menjelaskan, pemeriksaan kehamilan selama pandemi perlu penyesuaian, ibu hamil perlu lebih proaktif dalam mengawasi kesehatan janin.

Mengutip Kementerian Kesehatan RI:  Ibu yang usia kandungannya sudah memasuki 20-28 minggu, perlu rutin mengawasi gerakan janin. Pastikan si kecil setidaknya bergerak 10 kali dalam 2 jam. Selain pedoman di atas, Anda juga dapat menambah proteksi dengan selalu menyimpan stok obat-obatan dan alat medis di rumah, mulai dari termometer, masker, hand sanitizer, obat-obatan seperti obat demam dan pereda nyeri, dan suplemen.

Berikut ini perawatan yang diperlukan setelah persalinan selama pandemi Covid-19 tetap menerapkan  protokol kesehatan. Antara lain :

  1. Rutin cuci tangan, memakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dari orang lain minimal 1 meter.  Sedangkan untuk bayi yang baru lahir,   harus  melakukan pemeriksaan kesehatan untuk bayi, seperti imunisasi.
  2. Konsultasikan dengan dokter anak mengenai protokol yang perlu diikuti saat membawa sang buah hati untuk vaksin.
  3. Tetap berikan ASI untuk bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Sehingga, sebisa mungkin, jangan berhenti untuk memenuhi kebutuhan ASI si Kecil.
  4. Ibu yang baru melahirkan, tetap disarankan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dan kontak kulit-ke-kulit dengan buah hati sesegera mungkin, atau setidaknya satu jam setelah bayi lahir.

Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19

Dalam masa pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan aturan penanganan persalinan di rumah sakit untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 kepada ibu bersalin. Seperti sebaiknya pada faskes yang terjamin keamanannya, pengantar sebaiknya hanya suami/wali, persalinan sesuai indikasi obstetri,  bila positif Covid-19 menjalankannya cukup bulan persalinan dapat ditunda habis sembuh,  prinsip persalinan harus lancar dan cepat,  pengobatan Covid-19 harus sesuai petunjuk dokter

Vaksinasi Ibu Hamil

Sementara untuk vaksinasi, saat ini POGI sedang memberikan rekomendasi ke Pemerintah dan Kemenkes (27 juni 2021) untuk pemberian vaksinasi pada ibu hamil, pemberian vaksinasi untuk ibu menyusui telah diizinkan. (ADV)

Berita Terkait

Leave a Comment