28 C
Tangerang Selatan
Rabu, 27 Oktober 2021
Serpong Update
ADVERTORIAL

Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Awal Kanker Mulut

Serpongupdate.com – Jika Anda mengalami sariawan, biasanya santai karena bisa sembuh dengan sendirinya. Atau penyembuhan dilakukan dengan memperbanyak asupan vitamin C.

Akan tetapi, jangan sepelekan penyakit sariawan yang tak kunjung sembuh, serta luka sariawannya hanya pada satu titik, bisa jadi pertanda dari gejala awal penyakit kanker mulut.

“Biasanya sariawan yang mengarah pada gangguan kesehatan yang cukup serius ini bisa dicurigai jika luka sakitnya berada di satu tempat yang sama, dan lukanya makin membesar,” ujar drg. Yohana Alfa Agustina, Sp.PM, dokter gigi yang berpraktik di RSU Tangsel.

Lebih lanjut dokter gigi ini menerangkan, kanker mulut merupakan salah satu kanker yang paling bahaya setelah kanker lambung dan kanker mulut rahim. Kanker ini disebabkan berbagai macam hal, salah satunya adalah sariawan yang tak kunjung sembuh.

“Kanker mulut disebabkan adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh yang lain melalui sistem sirkulasi darah dan limfatik dan kanker mulut itu adalah kanker yang terdapat pada rongga mulut, dimulai dari bibir, mulut lidah, langit-langit sampai tenggorokan,” terangnya.

Untuk rincinya, dokter Yohana mengatakan, kanker mulut adalah bagian dari kanker leher dan kepala dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Salah satu macam kanker rongga mulut, yang jenisnya merupakan karsinoma sel skuamosa.

Secara medis, Yohana menjelaskan tampilan klinis kanker mulut adalah tampilan dapat berupa tumor maupun ulser atau ulkus dengan tepi tidak teratur awal-awal kanker mulut (pra kanker) tanpa gejala. Namun bertambah besar permukaannya, kadang terasa sakit, stadium lanjut itu berkembang sangat cepat, tepi tidak teratur, memperbesar dan dalam disentar, peninggian tepi dan ada batas jelas di perbatasan lesi.

Adapun faktor utama pengidap kanker ini adalah merokok, minuman beralkohol dan menyirih, penyebab lain ada sariawan yang tidak sembuh, faktor traumatik lokal atau gigi tajam, riwayat kanker mulut keluarga, sinar ultra violet, infeksi HIV, dan faktor usia lebih dari 40 tahun.

“Sementara rokok yang dapat menimbulkan kanker yakni nitrosamine, benzopy-renedan aromaticamine, dan ketiga bahan kimia ini menghasilkan elektron radikal bebas yang dapat memicu mutasi inti sel deoxyribonucleic acid (DNA),” kata Yohana.

Kemudian untuk minuman yang beralkohol terdapat tiga unsur utama yaitu ada metanol, prophan-2-ol, dan etanol, etanol memicu mutasi sel sel yang dapat menyebabkan kerusakan seluler dan sel-sel rongga mulut menjadi sel sel tumor.

“Kalau menyirih dapat menyebabkan kanker juga, karena dalam sirih itu terdapat bahan-bahan seperti pinang, gambir, kapur dan tembakau. Pinang yang mengandung tanin dan arecollne, merupakan pemicu sel kanker, bersifat racun dan kerusakan gen,” kata Yohana

Selain itu riwayat genetik kanker keluarga juga mampu menjadi pemicu sebab berisi beberapa informasi dari sel yang membentuk tubuh, sel merupakan unit terkecil pada tubuh manusia, dan oleh sebab itu informasi genetik tiap orang sangat penting dalam pembentukan pola genetik keluarga.

Kasus kanker disebabkan oleh mutasi abnormal gen seluler yang mengendalikan pertumbuhan sel dan mitosis sel, pada usia lanjut, regenerasi sel berkurang, dan nutrisi gizi yang kurang, sehingga memicu mutasi sel yang abnormal memicu kanker.

Cara pencegahan kanker mulut, antara lain :

  1. Sering melakukan pemeriksaan mulut sendiri.
  2. Rajin memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi 2 kali sehari
  3. Hindari penyebab pemicu kanker mulut, seperti merokok, minuman beralkohol, dan menyirih
  4. Bila sariawan segera periksa ke dokter gigi
  5. Jika sariawan jangan menggunakan obat sendiri seperti albotyl

Sebagai catatan. Yohana mengingatkan penggunaan albothyl ini juga memiliki risiko. Sebab beberapa merek albothyl mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti policreaun.Yang mana efek samping adalah penyempitan pembuluh darah perifer. Sehingga suplay darah terhenti, deskuamasi jaringan atau pengelupasan kulit dalam mulut, sariawan makin membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi, sariawan bertambah besar dan sakit.

“Jika seseorang mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya harus meningkatkan kewaspadaan.Kalau sudah diobati dan tak kunjung sembuh, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada ahlinya, supaya tidak terjadi risiko yang lebih parah,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

Leave a Comment