banner
jkn

Sekitar 90 Persen Warga Indonesia Menjadi Peserta JKN-KIS

Serpongupdate.com – Pemerintah Indonesia melakukan optimalisasi hak pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di BPJS, saat ini sudah 90 persen warga terlayani selama 7 tahun ini berjalan demikian dijelaskan Yustinus Prastowo  Staf khusus Kementerian Keuangan RI Bidang Komunikasi Strategis.

“Program ini merupakan yang terbesar di dunia dengan kategori single provider.Terlepas dari kekurangannya yang terus kita perbaiki,” jelasnya pada acara media workshop dan anugerah Lomba Karya Jurnalistik 2020 yang digelar secara daring.

Ia menerangkan bahwa angka anggaran realisasi saat ini telah meningkat dua kali lipat. Untuk anggaran JKN dalam penanganan Covid-19 tercatat Rp87,55 triliun.

Berdasarkan data 30 September 2020 ada 35,99 juta jiwa orang peserta mandiri JKN-KIS yang di bantu pemerintah dalam pembiayaan kesehatan dan 96,4juta jiwa peserta bantuan iuran JKN.”Kalau kita ingin layanan semakin baik maka kita pastikan kita ajak masyarakat menjadi pembayar pajak yang patuh. Maka kita punya peluang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup dan kesehatan,” terangnya,  Kamis (22/10).

Pakar Asuransi Kesehatan Hasbullah Thabrany menyampaikan, bahwa hidup memang penuh resiko oleh karena itu diperlukan manajemen resiko. Untuk itu diperlukan jaminan sosial yang tentu menyesuaikan dengan kemajuan di setiap negara.

Thabrany melanjutkan pentingnya masyarakat memiliki jaminan sosial dadi pemerintah melalui hadirnya asuransi yang lurus dengan hak dan kewajiban. Setiap masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang skemanya diatur oleh pemerintah, bagi orang yang tidak mampu membayar kewajibannya bisa ditanggung oleh negara.

Pada kesempatan yang sama, Pemerhati Kebijakan Publik Agus Pambagio menjelaskan bahwa pelayanan JKN-KIS saat ini sudah baik dan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.”Saat menurut saya sudah berangsur membaik, kita lebih membahas kedepan. Berbagai kebijakan memang perlu ada juknis yang jelas supaya semua ikut pada alur yang ada,” ungkapnya.

Bahkan dikatakan bahwa BPJS sekarang tidak ada tunggakan, jadi artinya sudah berangkat kedepan untuk lebih baik.”Yang perlu kita masih sadarkan, kita terutama pada teman media bagaimana kemudian mengajak masyarakat untuk mau beriuran mandiri dan juga mau memanfaatkan program yang baik ini,” tandasnya. (Fjn)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *