25.8 C
Tangerang Selatan
Kamis, 13 Juni 2024
Serpong Update
HEALTH

Tahun 2017 Akan Berdiri RS Syariah

Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), menargetkan berdirinya Rumah Sakit Syariah di Indonesia pada tahun 2017 mendatang. Konsep RS berbasis syariah guna memberikan pelayanan kesehatan lebih baik bagi masyarakat.

“Sudah ada perbankan syariah, hotel syariah, asuransi syariah, honey moon syariah, tapi memang RS syariah ini belum ada,” bilang Ketua Umum MUKISI, Mashyudi, Minggu (2/10/2016), di RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, pada Pelantikan Pengurus Pusat Mukisi 2016-2021.

Pendiri RS Islam, Sultan Agung Semarang itu, menyebutkan telah melakukan komunikasi dengan Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk memuluskan niatan tersebut.

“Sebelumnya masih perbincangan internal anggota MUKISI, alhamdulillah, konsep RS Syariah telah mendapat banyak dukungan banyak pihak,” bilang dia.

Kemarin, DSN MUI, menurutnya juga telah melakukan rapat pleno untuk menetapkan fatwa tentang RS Syariah yang diusulkan oleh lembaga yang berdiri sejak Oktober 1994 itu.

Nantinya, pendirian RS Syariah terlebih dahulu harus terakreditasi oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit), dan sertifikasi sebagai RS Syariah dari DSN MUI.

“Memang dari ribuan RS di Indonesia yang terakreditasi masih sedikit, baru sekitar 30 persen. Tapi 2017 setiap RS harus terakreditasi. Sedangkan untuk penilaian sertifikasi RS Syariah didasari pada lima poin, menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta,” terangnya.

Dari sisi konsep, RS Syariah, menggunakan tata kelola dan manajemen sesuai syar’i. “Misalkan pembayaran dengan perbankan syariah, asuransi syariah, obat-obat yang digunakan juga terjamin halal, perawat atau dokter yang menangani pasien juga dari jenis kelamin yang sama,” katanya.

“Rumah Sakit Syariah diharapkan hadir menjadi RS yang menjaga lima hal tersebut, baik dari sisi customer eksternal (pasien dan keluarga), customer intermediate (suplier dan third party player) , dan customer internal (share holder dan staf rumah sakit), ” bilang Mashyudi.

Sekretaris MUKISI, Burhanudin Hamid, menambahkan, RS keagamamaan selain menjalankan visi misi pendirianya juga punya tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

“RS keagamaan juga punya tanggung jawab moral, alhamdulillah sampai hari ini RS percontohan untuk peserta BPJS adalah anggota dibawah MUKISI,” terangnya. (han)

 

Berita Terkait

Leave a Comment