banner
IMG-20190325-WA0047

Tangkal Hoax Dan Radikalisme Jelang Pemilu, Polres Tangsel Gelar FGD

Serpongupdate.com – Untuk mencegah maraknya peredaran berita hoax dan mengantisipasi paham radikal, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Fokus Group Diskusi (FGD) yang bertemakan “Menciptakan Pemilu, Pileg, Pilpres 2019 Yang Aman, Damai, Sejuk dan Anti Radikal dan Anti Hoaks”, di Hotel Grand Zury, Serpong, Kota Tangsel, Senin (25/03/2019). Hadir dalam FGD ini tokoh pemuda dan tokoh masyarakat se-Tangsel.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP. Ferdy Irawan, mengatakan bahwa kegiatan FGD ini memiliki makna strategis karena sebentar lagi bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi.

“Saat ini pelaksanaan Pesta Demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 telah memasuki tahap kampanye, untuk itu saya mengajak secara bersama-sama menjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Pesta demokrasi ini, akan berhasil apabila fasilitas keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan kondusif dan terjaga serta seluruh elemen bangsa dan negara bahu membahu untuk mewujudkan hal tersebut. Sehingga tidak terprovokasi oleh berbagai hasutan dari berita-berita hoax yang berkepentingan memecah belah dan menginginkan pesta demokrasi gagal,” terang Kapolres

Sementara itu Indriyatno Banyu Murti yang merupakan Pengamat Tekhnologi Informasi dan Komunikasi dari Gerakan Nasional Literasi Digital.

“Saat ini pertumbuhan smartphone dan media sosial yang tidak diimbangi literasi digital menyebabkan berita palsu atau hoax meluas di Indonesia. Informasi hoax dapat menyesatkan banyak beredar melalui berbagai macam jalur digital, termasuk situs online dan pesan chatting,” ujar Indriyatno.

Ia menjelaskan untuk mengantisipasi beredar berita hoax agar diperhatikan beberapa hal diantaranya adalah hati-hati dengan judul provokatif, perhatikan alamat situs, selain itu agar masyarakat memeriksa fakta yang ada.

“Masyarakat juga bisa ikut serta grup diskusi anti-hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH),” tambanhya.

Ditempat yang sama, mantan pelaku tindak pidana terorisme Sofyan Tsauri, menjelaskan tentang hoax atau terorisme yang akan mudah beredar ketika dinegara ada kekacauan atau konflik.

“Karena setiap kekacauan adalah peluang bagi kelompok teror. Oleh sebab itu jika ada kekacauan maka pelaku teror bisa masuk kedaerah yang kacau tersebut untuk melakukan pelatihan-pelatihan teror.
Contohnya ketika ada kekacauan di Ambon, Poso dan Aceh serta daerah lainnya yang pernah terjadi kerusuhan,” ucap Sofyan.

Menurutnya bisa saja kelompok-kelompok teror yang ada ingin berupaya agar Pemilu 2019 ini tidak aman atau kacau.

“Jika terjadinya kekacauan saat Pemilu maka  kelompok teror akan bergerak dan memanfaatkan negara Indonesia yang kacau,” tegasnya.

Sofyan berpesan agar masyarakat senantiasa belajar dan memegang ajaran agama yang luas dan tidak berpikiran sempit.

“Solusi yang harus disampaikan kepada masyarakat agar tidak sesat adalah dengan memegang keimanan secara global artinya tidak memahami agama secara sempit,” pungkasnya. (Nto)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *