banner
corona

Tenaga Kesehatan Prihatin, Warga Abaikan Protokol Kesehatan

Serpongupdate.com – Pandemi Covid-19 masih melanda sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Tangerang. Butuh kedisiplinan masyarakat untuk mau menerapakan protokol pencegahan Covid-19 dalam upaya mencegah penyebarannya.

Namun amat disayangkan baru-baru ini viral di media sosial beberapa kejadian di masyarakat yang tak mengindahkan social distancing. Hal tersebut langsung mendapat kecaman dari warganet maupun masyarakat karena dikhawatirkan akan menambah daftar pasien Covid-19 dan kerja para tim kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Kota Tangerang Henny Herlina mengatakan, rasa kekhawatiran penyebaran virus corona akibat ulah warga yang abaikan protokol kesehatan. Dirinya pun berharap masyarakat bisa sadar betul akan bahaya virus asal Wuhan itu, dan betul-betul mau menerapkan pola hidup bersih dan mengikuti anjuran pemerintah.

“Ini yang kami khawatirkan, kami sebagai garda terdepan, kami itu terima imbasnya dari masyarakat yang tidak disiplin. Kami tidak bisa menolak, kami memang harus siap melayani mereka. Tentu saja kami harapkan masyarakat bisa sadar, karena keterbatasan kami juga yang kami takutkan kami nanti kecapaen dan tidak bisa melayani,” ucap Henny di Tangerang, Selasa (19/5).

Saat ini, lanjut Henny, RSUD Kota Tangerang telah merawat 40 orang pasien Covid-19 dengan berbagai status. Setiap harinya ada pasien yang berhasil sembuh namun juga tak sedikit angka penambahan positif. Seperti diketahui, Pemkot Tangerang tengah gencar melakukan rapid tes masal di sejumlah wilayah.

Pihaknya juga memberikan pendekatan spiritual kepada para pesien agar bisa untuk selalu bersabar dalam upaya penyembuhan. Beberapa bacaan buku doa pun disiapkan sebagai bahan bacaan pasien. “Ini semua harus bersabar, itulah kami menyimpan buku-buku doa dan bacaan-bacaan,”katanya.

Kemudian, sebagai garda terdepan tim tenaga kesehatan (nakes) juga berupaya menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar tidak terpapar virus corona sehingga tetap bisa melayani warga. Berbagai langkah antisipasi pun dilakukan pihak manajemen RSUD Kota Tangerang.

“Kami berusaha melindungi para nakes, alur kita siapkan ada zona merah, zona kuning, zona hijau, kami siapkan mudah-mudahan dengan begtu naskes bisa terlindungi. Selain itu, pola kerja 14 hari kerja dan 14 hari isolasi juga bagian upaya agar para nakes tetap dalam keadaan aman,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, bahwa penangangan pandemi corona ini dibutuhkan peran serta masyarakat untuk bisa bersama-sama mau hidup bersih dan sehat serta menerapkan protokol kesehatan. Jika hal tersebut diabaikan maka bisa tidak mungkin pandemi ini akan berkepanjangan dan sulit berakhir. (Red)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *