banner
kuli bongkar

Terkait Aturan Jam Operasional Truk, Kuli Bongkar ‘Ganjur’ Sepi Order

Serpongupdate.com –  Diperkirakan ribuan kuli bongkar muat barang tambang (Ganjur), seperti pasir, batu kali dan aneka jenis bahan tambang galian C. Tergerus penghasilannnya imbas diberlakukannya peraturan Bupati Tangerang nomor 47 tahun  2018.

Perbup Tangerang Nomor 47 tahun 2018 mengatur jam operasional kendaraan barang angkutan tambang, pada ruas jalan Raya kabupaten Tangerang. Sejak diberlakukan tanggal (14/12/2018) lalu, ribuan Ganjur terancam keberlangsungan hidup mereka.

Iyang (39), kuli bongkar muat (Ganjur) mengaku penghasilannya menurun tajam, sejak diberlakukan aturan jam tayang kendaraan truk di jalur perlintasan Legok-Malangnengah.

“Parah sekarang cuma bisa dapet Rp30 ribu, kalau sebelumnya kami bisa dapet Rp 100 ribu dari pagi jam 07.0 sampai jam 17.00 WIB. Sekarang mah Rp 30 ribu sampai malam,” ucap dia, Selasa (22/1/2019) di Pangkalan Jaha, Caringin, Legok, Kabupaten Tangerang.

Iyang yang sudah bekerja sebagai Ganjur selama 11 tahun itu, berharap ada kebijakan baru Pemerintah kabupaten Tangerang, agar keberlangsungan hidup para ganjur bisa tetap berjalan. “Kami memohon pemerintah bisa melihat kami, kami benar-benar sudah kehilangan penghasilan,” kata dia.

Diungkpkan ayah dua anak ini, kuli bongkar muat barang, hanya menerima upah sebesar Rp1 5 ribu untuk sekali menurunkan material tambang galian C.

“Nurunin Rp 15 ribu permobil kalau naikin itu Rp 100 ribu dibagi 4 sampai 5 orang. Paling kebagian cuma Rp20.000, tapi sekarang sepi banget karena truk bisa melintas hanya 7 jam dari pukul 22.00 sampai pukul 05.00 wib. Hari-hari sebelumnya pagi kita sudah kerja, kalau sekarang kelamaan nunggu, bengang-bengongnya,” kata dia.

Diungkapkan Iyang untuk satu pangkalan barang tambang, sedikitnya ada 10 sampai 15 ganjur yang bekerja. Untuk jalur perlintasan Legok-Karawaci saja diperkirakan ada ratusan pangkalan.

“Kalau dihitung mungkin ribuan orang seperti kami, pemerintah kok tega. Kita engga dikasih kerjaan, tapi kerjaan kita malah diganggu. Kalau begini rakyat kecil kaya kami yang menjadi korban,” ucap dia. (han)

Tags Related
You may also like
Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *