25.8 C
Tangerang Selatan
Rabu, 22 September 2021
Serpong Update
Gallery

Usaha Warteg Miris, Kowantara Minta Pemkot Tangerang Carikan Solusi

Serpongupdate.com – Puluhan usaha rumah makan warteg di Kota Tangerang bangkrut selama pandemi Covid-19. Saat ini nyaris 50 warteg sudah gulung tikar.

Hal itu diperparah dengan kondisi saat ini dengan adanya Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), demikian diungkapkan Ketua Komunitas Warung Nusantara (Kowantara) Tangerang Kota Abdul Mughni.

Ia melanjutkan, adanya PPKM itu berdampak terbatasnya jam operasional mereka berjualan. Omzet yang yang didapat selama pandemi covid-19 berkurang hingga 50 persen lebih dari hari biasanya.“Sangat berdampak sekali ada perpanjangan PPKM,” ujarnya, Kamis (28/1).

Kondisi saat ini membuat pelaku usaha warteg hanya memiliki pilihan untuk bertahan menutup biaya operasional.

 “Kita hanya berusaha tetap bertahan sampai keadaan kembali normal, minimal bisa untuk menutupi biaya operasional,” imbuhnya.

Diketahui, diperkirakan ada 20 ribu lebih warteg di Jabodetabek terancam gulung tikar. Namun, menurut Mughni hal itu baru perkiraan atas apa yang akan terjadi kedepan. Namun, untuk di Kota Tangerang sendiri puluhan warteg telah bangkut.

Tutupnya warteg disebabkan beberapa faktor. Habisnya masa kontrak, adanya kenaikan harga kontrak yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini hingga faktor kalah bersaing dengan menjamurnya warteg modern yang disokong pemodal besar.

“Dan karena penurunan omset yang drastis, yang tidak bisa untuk menutupi biaya operasional dan kontrakan,” katanya.

Sementara itu, pemilik Warteg Niki di wilayah Panunggangan Eka Kapilah mengeluhkan omzetnya yang merosot hingga 50 persen. Dirinya hanya bisa pasrah menerima nasib.

“Saya pikir di tahun 2021 sudah ada pemulihan karena ada vaksin, tapi ternyata masih ada aja PPKM yang terus diperpanjang,” keluhnya.

Dia meminta Pemkot Tangerang ikut membantu mencari solusi atas apa yang dialaminya. Menurutnya, tanpa adanya PPKM, pendapatannya sudah menurun drastis. Diperpanjangnya PPKM hanya menjerumuskan usahanya untuk gukung tikar. (Fjn)

Berita Terkait

Leave a Comment