Serpongupdate.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tangerang Raya dan Forum Komunikasi DKM Tangerang Selatan menggelar Diskusi Publik Bertajuk “Tragedi Uighur, Fakta atau Hoax ?” pada Minggu, 2 Februari 2020.
Pembina Forum Dewan Kemakmuran Masjid Tangerang Selatan-FDKM Tangsel, Arif Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan, karena banyaknya pemberitaan yang beredar terkait Muslim Uighur, maka kami FDKM Tangsel dan ACT Tangerang Raya menginisiasi terselenggaranya diskusi publik untuk menggali informasi terkait pemberitaan pemberitaan yang berkembang di social media,” ungkapnya.
Sejalan dengan Arif, Suriadi, Kepala Cabang ACT Tangerang Raya mengatakan, diskusi publik ini sebagai upaya untuk mengungkap fakta objektif yang yang terjadi, dan sebagai upaya membangun awareness masyarakat luas agar publik mendapatkan informasi valid terkait apa yang sebenarnya terjadi dan dialami Muslim Uighur di xiangjiang.
“ACT bekerja atas dasar kemanusiaan, pada domain kemanusiaan, sehingga segala bentuk pelanggaran atas hak – hak asasi manusia harus dibuka secara transparan,” tuturnya
Menurut Suriadi, kami meyakini data dan fakta investigasi yang disampaikan oleh amnesti internasional dan PBB merupakan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan pegangan.”Setelah diskusi publik ini digelar, awareness masyarakat muncul dan harapannya gelombang kepedulian untuk membantu Muslim Uighur pun hadir,” katanya.
Ibnu Khajar, Presiden Aksi Cepat Tanggap membuka paparannya dengan statement bahwa, problem kemanusiaan berada diatas problem – problem lainnya.“Harapannya dengan terselenggaranya diskusi publik ini dapat membuka seluas luasnya informasi terkait Muslim Uighur dan elemen umat tergerak untuk bersatu dan saling membantu,” tutup Ibnu. (rls)