31.2 C
Tangerang Selatan
Kamis, 3 April 2025
Serpong Update
POLITIK

AMPI POLTANGSEL Himbau Parpol Beri Ruang Putra Daerah untuk Nyaleg DPR RI

Serpongupdate.com – Geliat politik jelang Pemilu 2019 semakin memanas. Tidak hanya terkait Pilpres . Kondisi jelang penutupan pendaftaran DCS calon legislatif pun tak kalah dinamis dan memanas.

Dibeberapa partai politik banyak caleg yang mundur dan saling pindah partai. Kebanyakan alasanya karena proses rekrutmen caleg yang tidak fair. menurut pemantauan Aliansi Masyarakat Pemerhati Pemilu Politik Tangerang Selatan (AMPPI POLTANGSEL), di level caleg DPR RI, untuk kasus dapil Banten 3 (Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang) banyak  partai politik yang tidak memberikan ruang kepada putra daerah lokal Tangsel untuk maju DPR RI.

“Kita mengamati dan mendapat aduan, adanya kesulitan tokoh dan warga asli Tangsel mendapatkan slot dan nomor di pencalegan DPR RI Tangsel. Mereka dipersulit dalam komunikasi ke elit- elit Parpol yang terkesan tertutup” ujar Haris kordinator AMPPI POLTANGSEL di kantornya kawasan BSD.

Haris bersama warga dan pengurus AMPPI POLTANGSEL berencana melakukan petisi dan boikot kepada parpol – parpol yang tidak memberi ruang kepada tokoh lokal dan putera daerah untuk maju DPR RI.

Diantara poin petisi tersebut adalah:

1. Meminta kepada seluruh partai politik di Tangsel, Untuk memberikan ruang rekomendasi dan kesempatan kepada putra/putri/ tokoh2 lokal Tangsel sebagai daftar caleg di parpol masing- masing

2. Jika ada parpol yang tidak memberi ruang dan kesempatan warga lokal tangsel menjadi Caleg DPR RI, maka kami himbau kepada warga Tangsel agar tidak memilih dan memboikot Partai tersebut di Pemilu 2019.

3. Saatnya warga tangsel diberi kesempatan membangun daerahnya sendiri.

AMPPI POLTANGSEL juga mengaku sudah memiliki data partai mana saja yang menutup akses pencalegan DPR RI bagi tokoh/warga lokal Tangsel.

“Kita sudah punya datanya. Dan kebanyakan itu justru terjadi di partai- partai besar, PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem dan beberapa partai lainya. Klaupun ada caleg yang direkrut hanya untuk dijadikan boneka meraih suara. Kapasitasnya lemah. Artinya Partai politik itu sudah sangat memperdaya masyarakat Tangsel. Hanya memanfaatkan suaranya saja, tapi tidak menjaminkan mereka akan sungguh- sungguh memperjuangkan aspirasi dan pembangunan bagi rakyat Tangsel,” tutupnya.

Berita Terkait

Leave a Comment