Serpongupdate.com – Karir perempuan dalam politik Indonesia semakin diperhitungkan. Bukan saatnya lagi negeri ini menganggap bahwa politik adalah urusan laki-laki. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya calon anggota legislatif maupun pemimpin di berbagai daerah dari kaum perempuan, termasuk dalam lembaga-lembaga penyelenggara pemerintah.
Hal diatas juga terjadi pada pencalonan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Banten. Sembilan perempuan ikut serta dalam pencalonan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi maupun wilayah di Banten.
Salah satu calon, yakni Aniqotul Ummah yang berasal dari Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Wanita muda ini nampak bersemangat ketika bicara tentang kesetaraan gender dalam proses pengawasan pemilu.
“Buat saya, politik bukan hanya milik laki-laki. Perspektif perempuan diperlukan dalam setiap kehidupan negeri ini. Dan perempuan tidak sekadar menjadi lipstik pemanis dalam politik di Indonesia. Mereka harus terlibat dan berperan aktif di dalamnya. Termasuk dalam proses penyelenggaraan dan pengawasan,” tegas Aniqatul Ummah saat mengikut tes kesehatan pencalonan Bawaslu Banten di Pusdokkes Serang, Jumat, 11 Agustus 2017.
Terkait pada masalah realitas politik yang penuh manipulasi dan intrik kotor. Perempuan muda, alumni Pemikiran Politik Islam UIN Jakarta ini menganggap bahwa dunia politik adalah ranah yang sangat menentukan arah bangsa ini ke depan. Dan ilmu politik adalah bagian dari concernnya.
Karena itu pula, alumni Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang yang juga aktif di Pusat Studi Pesantren yang tengah meneruskan studinya dalam bidang ilmu politik di Universitas Nasional Jakarta menekankan politik seharusnya dijalankan dengan bersih dan jujur.
Lebih lanjut, perempuan yang pernah aktif dalam Lembaga Kajian Agama dan Gender ini menegaskan, penyelenggaraan pemilu yang bersih adalah proses penting untuk melahirkan kader-kader politik yang bersih dan bekerja semata untuk kepentingan negara dan bangsa. Di tengah ketidakpercayaan yang tinggi terhadap partai politik, maka negara harus menjamin pelaksanaan proses pemilu yang melibatkan sebanyak mungkin partisipasi masyarakat, termasuk dalam proses pengawasannya.
“Semoga peran perempuan semakin mendapat perhatian dari semua kalangan. Bravo Srikandi Banten,” ujarnya bersemangat.