Serpongupdate.com – Dalam menghadapi tantangan Indonesia kedepan di bidang arsitektur agar mampu menjadi penyokong pembangunan peradaban masyarakat Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi serta menumbuhkan industri konstruksi dan bangunan yang menjadi salah satu roda penggerak untuk kemajuan di sektor ekonomi, diperlukan wadah untuk dialog antara arsitek dan pemangku industri konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia.
Dalam hal ini Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merupakan organisasi profesi arsitek di Indonesia yang memiliki peran penting keberadaannya yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan arsitek profesional seiring kemajuan teknologi agar mampu bersaing dan diakui secara global.
Konferensi dan Pameran Arsitektur perdana yang diprakarsai oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerjasama dengan PT Citra Inovasi Strategi (CIS) Exhibition telah sukses diselenggarakan dan berakhir pada 29 Februari 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City – Tangerang. Pameran ARCH:ID resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi.
Kegiatan ARCH:ID ini mengusung tema Let’s Talk! “Mari Bicara” yang diharapkan menjadi wadah dialog berkelanjutan antara Arsitek dengan para pelaku industri terkait arsitektur dan konstruksi di Indonesia. Tidak sekedar menjadi selebrasi para Arsitek, tetapi ajang ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mengeksplorasi potensi maupun pemikirian-pemikiran baru bagi masa depan Arsitektur Indonesia.
Kegiatan ARCH:ID dikuratori oleh 3 aristek Indonesia ternama, yaitu Andra Matin, Danny Wicaksono dan Wiyoga Nurdiansyah
Konferensi ARCH:ID menghadirkan pembicara ternama dari dalam maupun luar negeri. Pembicara yang hadir adalah yang kredibel dan sudah teruji reputasi dalam karyanya, antara lain Aaron Roberts – Australia, Farshad Mehdizadeh – Iran, Manuel Cervantes – Mexico, Ary Indra – Indonesia, Budiman Hendropurnomo – Indonesia, Sofian Sibarani – Indonesia dan Gunawan Tjahjono – Indonesia.
Danny Wicaksono sebagai salah satu kurator ARCH:ID mengatakan, pembicara yang dihadirkan adalah mereka yang bisa memberikan pandangan-pandangan dan perspektif baru atau yang berbeda mengenai arsitektur.“Konferensi yangberlangsung selama 2 hari dari tanggal 28 – 29 Februari ini selain akan memberikan insprirasi kelas dunia, juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi terbesar dan ajang berbagi wawasan para Arsitek dari Sabang sampai Merauke,” terangnya.
Pameran ARCH:ID : INDUSTRI X ARSITEK
Selvia Megasari, Asst. Marketing Communication Manager C.I.S menyatakan, tidak seperti Pameran Industri Bahan Bangunan pada umumnya, Pameran ARCH:ID berusaha menampilkan kolaborasi yang kental antara Arsitek dan brand-brand Bahan Bangunan ternama di Indonesia. Pada pameran perdananya, ARCH:ID menampilkan 172 booth yang terisi oleh 70 brand lokal dan internasional dengan sukses mendatangkan 8.520 total pengunjung selama 3 hari pameran berlangsung. (rls)