“Pengurus harus menyebarkan kepada jamaah disetiap masjid. Jangan sampai jamaah terkecoh dengan kepentingan-kepentingan pelaku teror,” kata Zainal.
Menurutnya masjid harus dijadikan tempat pusat kebudayaan, ekonomi Umat Islam.
“Dari masjid dapat membangun karakter bangsa menuju negara yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur dan juga pengurus harus memberikan teladan dengan Sholat di masjid,” kataa Zainal.
Sementara itu Airin Rachmi Diany Walikota Tangerang Selatan yang hadir sebagai Keynote Speaker mengutarakan bahwa sesungguhnya kebangsaan dan radikalisme tidak sejalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Radikalisme muncul karena intoleran dan ekslusifisme serta fanatisme yang ingin merubah ideologi bangsa Indonesia,” papar Airin.
Menurut Airin Pemkot Tangsel sudah Memberdayakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama serta berkoordinasi dengan Kementrian Agama dalam mengantisipasi meluasnya faham radikalisme.
“Memfasilitasi dialog dengan tokoh tokoh agama khususnya membahas tentang sosial maupun keagamaan. Selain itu juga dilakukan rapat koordinasi melalui Kominda untuk melakukan deteksi dini terhadap terorisme,” tambah Airin.
Kedepannya kepada Kementrian Agama Tangsel, Arin berharap agar membuat Jalan Santai atau olahraga bersama lintas agama sehingga dalam kegiatan ini akan dibangun komunikasi yang baik antar umat beragama.
“Kita harus lebih mengedepankan toleransi antar umat beragama sesuai ideologi yang sudah disepakati yaitu Pancasila,” ucap Airin.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DMI Kota Tangsel Heli Slamet menuturkan DMI Tangsel akan terus berupaya melakukan manajemen masjid untuk lebih maju lagi.
“Kami saat ini melakukan pendataan masjid melalui sistem android sehingga masjid yang di Tangsel akan semakin terdata. Pendataan masjid juga akan dibantu oleh Pusat Pemberdayaan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah,” ujar Heli.
Heli slamet juga berpesan kepada para pengurus Masjid yang ada di Tangsel bahwa di Masjid cukup banyak perbedaan pemahaman namun jangan sampai membuat pengurus terpecah.
“Perbedaan merupakan hal yang wajar, tetapi perbedaan jangan sampai pengurus DKM jadi terpecah belah,” pesan Heli.
Dalam kegiatan ini juga dibacakan Deklarasi Kebangsaan yang juga ditandatangani oleh Walikota Tangerang Selatan serta para hadirin yang datang. Deklarasi Kebangsaan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel berisi antara lain :
1. Menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara berdaasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Meningkatkan pemahaman kebangsaan dan nasionalisme bagi masyarakat.
3. Menolak segala bentuk radikalisme dan provokasi yang dapat merusak tatanan masyarakat.
4. Melakukan sinergitas dengan lintas sektoral untuk memperkokoh pilar kebangsaan.
5. Senantiasa menciptakan suasana damai dan menghargai perbedaan dalam rangka menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. (Nto)