29 C
Tangerang Selatan
Selasa, 3 Februari 2026
Serpong Update
HEALTH

Dokter Spesialis Kandungan Eka Hospital BSD : Penyebab Miom dan Kista Serta Dampaknya bagi Kesehatan Reproduksi Wanita

Serpongupdate.com – Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang umum terjadi adalah munculnya miom atau kista di rahim. Meski jarang bersifat ganas, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan reproduksi wanita, bahkan memengaruhi kesuburan.

Apa Itu Miom dan Kista pada Wanita?

Sepintas, miom dan kista mungkin akan terlihat kondisi yang sama bagi orang awam. Kenyataannya, dua kondisi ini sangat berbeda.

Miom, atau dalam bahasa medis dikenal juga dengan sebutan fibroid rahim, adalah pertumbuhan jaringan yang terbentuk di dinding rahim. Umumnya, pertumbuhan jaringan ini tidak bersifat ganas.

Sementara itu, kista rahim adalah sebuah kantong yang berisi cairan. Walau sering disebut kista rahim, kista sering terbentuk di ovarium sehingga juga dikenal dengan sebutan kista ovarium.

Jadi, miom serupa dengan tumor yang terbentuk dari jaringan dan otot, sedangkan kista adalah kantong yang biasanya berisi cairan.

Jika melihat dari gejalanya, miom bisa menimbulkan gejala yang beragam. Mulai dari tanpa gejala hingga nyeri berat dan perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi. Di sisi lain, kista lebih jarang menimbulkan gejala dan seringnya bersifat ringan.

Dokter kadang menemukan Anda memiliki kista rahim saat melakukan pemeriksaan panggul atau USG untuk tujuan yang lain.

Penyebab Miom pada Wanita

Penyebab miom pada wanita tidak diketahui dengan pasti. Namun, hormon progesteron dan estrogen diyakini punya peran dalam pembentukan fibroid rahim. Itu sebabnya, miom lebih sering muncul pada wanita usia produktif.

Miom diketahui berpotensi tumbuh besar saat kadar hormon tinggi dan mengecil ketika kadar hormon rendah.

Beberapa faktor berikut ini meningkatkan risiko terbentuknya miom pada wanita:

● Obesitas

● Riwayat miom dalam keluarga

● Tidak memiliki anak

● Mengalami menstruasi pertama yang terlalu dini

● Berusia terlalu tua saat menopause

● Ketidakseimbangan hormone

Penyebab Kista Ovarium pada Wanita

Ovulasi adalah salah satu penyebab utama terbentuknya kista ovarium. Ini adalah kondisi yang normal terjadi selama siklus menstruasi.

Selain ovulasi, berikut ini adalah penyebab kista ovarium pada wanita:

● Pembelahan sel yang abnormal

● Endometriosis

● Mengalami PCOS

● Mengalami penyakit peradangan panggul

Gejala Miom dan Kista yang Sering Diabaikan

Miom dan kista tidak selalu menunjukkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Keduanya memiliki kemiripan gejala, meski kista umumnya cenderung lebih ringan.

Gejala kista dan miom biasanya akan muncul ketika ukurannya membesar.

Beberapa gejala miom yang bisa Anda waspadai, antara lain:

● Perdarahan abnormal di luar jadwal menstruasi

● Nyeri atau keram perut saat menstruasi

● Perut buncit terutama di bagian bawah

● Merasa kembung terutama di perut bagian bawah

● Buang air kecil lebih sering karena miom yang membesar mendesak kandung kemih

● Nyeri saat berhubungan seks

● Nyeri punggung bawah

● Sembelit atau perasaan tertekan di rektum

● Keputihan abnormal kronis

● Anyang-anyangan atau perasaan buang air kecil yang tidak tuntas

Sementara, gejala kista ovarium yang mungkin muncul, yaitu:

●             Nyeri panggul atau punggung bagian bawah

● Rasa penuh di perut bagian bawah, terutama jika lebih berat di salah satu sisi

● Nyeri saat berhubungan seks

● Nyeri saat menstruasi

● Menstruasi tidak teratur

● Sembelit atau anyang-anyangan

Dampak Miom dan Kista bagi Kesehatan Reproduksi Wanita

Miom dan kista sering kali bukanlah kondisi yang berbahaya. Meski demikian, miom dan kista rahim bisa memengaruhi masalah kesehatan reproduksi seorang wanita.

Miom sering kali tidak memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil. Infertilitas adalah komplikasi dari miom yang jarang terjadi.

Namun, miom yang tetap ada selama kehamilan dapat berdampak pada kondisi kehamilan itu sendiri , seperti:

● Solusio plasenta

● Fetal growth restriction

● Kelahiran premature

Sementara itu, kista, terutama yang terbentuk akibat masalah PCOS dapat menurunkan peluang seorang wanita untuk hamil.  Sebab, kista terbentuk dari sel-sel telur yang tidak matang. Itu sebabnya, kehamilan juga jadi lebih sulit terjadi.

Cara Mencegah Miom dan Kista Rahim

Miom dan kista tidak diketahui penyebab pastinya. Itu sebabnya, cara mencegahnya pun tidak pasti.

Meski demikian, beberapa cara dapat Anda lakukan untuk menurunkan risikonya, seperti menjaga berat badan ideal untuk mencegah masalah yang dapat muncul akibat ketidakseimbangan hormon karena obesitas.

Konsumsi obat yang mengandung hormon juga bisa membantu mencegah miom ataupun kista rahim bertambah besar.

Melakukan pemeriksaan panggul secara rutin juga bisa membantu Anda dan dokter melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Kapan Harus ke Dokter?

Seringnya miom ataupun kista tidak menimbulkan gejala dan tidak berbahaya. Namun, Anda perlu segera ke dokter jika:

● Tidak mengalami menstruasi lebih dari 3 bulan

● Menstruasi tidak teratur

● Menstruasi sangat banyak dan panjang, atau bahkan sangat sakit

● Perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi

● Sakit perut yang tidak kunjung hilang

● Perut menjadi sangat buncit

● Nyeri saat berhubungan seksual

● Perut terasa penuh dan tertekan

● Nyeri panggul

Operasi tidak selalu jadi cara mengatasi miom dan kista rahim. Terkadang, dokter hanya akan memantau kondisinya dan memastikan tidak memburuk.

Pemeriksaan rutin juga jadi cara deteksi dini sebelum kondisinya bertambah parah.

Anda juga perlu ke dokter bila berencana hamil dan telah terdiagnosis miom atau kista. Anda bisa berkonsultasi ke dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, dokter spesialis kandungan Eka Hospital BSD untuk mendapatkan penanganan terbaik. (Rls)

Berita Terkait

Leave a Comment