Serpongupdate.com – Aktivis lingkungan Kota Tangerang Selatan, OKP Ganespa bergembira dengan adanya tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, bagi daerah dengan potensi sumber daya air baik untuk memaksimalkan potensi tersebut.
Ketua Dewan Pembina OKP Ganespa, Nur Cholis Hafidz mengaku, seperti mendapat vitamin baru akan adanya perhatian menteri terhadap kondisi situ dan wilayah perairan yang ada saat ini.
“Secara tidak langsung ini menjadi semangat baru buat saya dan kawan-kawan pegiat lingkungan dalam rangka pelestarian situ-situ yang ada, khususya di Tangsel,” ucapnya, Selasa 27 Februari 2018.
Diterangkannya, Kota Tangsel sendiri memliki 9 situ yang saat ini belum diolah dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. “Tangsel tidak punya gunung. Tidak punya lautan. Lantas apa potensi wisata di Tangsel, ya cuma situ dan sungai,” katanya.
Menurut Hafidz sembilan situ yang ada di Tangsel, selain sebagai kawasan resapan air atau kantung air. Situ juga diharapkan juga sebagai kantong cadangan saat musim kmarau.
“Situ di Tangsel juga banyak dijadikan sebagai ladang pencariaan warga Tangsel. Sebab sebagian masyarakat ada yang hanya bergantung ekonomiya sebagai pencari ikan di situ saja,” ucapnya.
Dia berpendapat, situ yang ada di Tangsel, tidak sekedar tempat wisata. OKP Ganespa lebih setuju, kalau situ-situ yang ada ini dijadikan kawasan wisata edukasi ekosistem lingkungan yang layak.
Karena menurutnya, kondisi situ di Tangsel hanya perlu penataan saja.“Semua pihak mesti ikut dalam menjaga, merawat dan melestrikan situ di Tangsel.Walau ada beberapa situ yang perlu penanganan cukup ekstra,” tandasnya.
Terpantau sejumlah orang yang merupakan warga sekitar, memancing dan menebar jala di Situ Pamulang, area sekitar kawasan situ yang diapit kawasan permukiman dan pusat perbelanjaan ini, masih belum maksimal dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat.
Hanya ada sejumlah warung-warung kopi yang menjajakan aneka jajanan dan panganan seadanya. Mereka melengkapi warung mereka dengan balai kayu untuk pengunjung yang hendak berisitirahat.
“Kalau dijadikan wisata kayanya belum mungkin, karena dekat sutet. Mungkin orang akan takut, tapi ini swadaya masyarakat yang ingin usaha saja,” tambah Rahmi penjual di sekitar situ Pamulang. (han)