Serpongupdate.com – Setelah sukses menggelar konferensi internasional Humboldt Kolleg ke-3 di Putri Duyung Cottage, Ancol pada beberapa waktu lalu. Universitas Pembangunan Jaya didaulat menjadi “hub” dan pengelola (caretaker) dari konsorsium Asean Network for Urban Research.
Konfrensi dengan tema “The Rise of ASEAN and Strategic Partnership in Understanding The Complexities and Collective Phenomena in Emergent Societies” didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia dan Yayasan Alexander von Humboldt Jerman ini dihadiri oleh lebih dari 100 peneliti dari 10 negara.
Hadir dalam kegiatan ini, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, Kepala Divisi Asia Yayasan Humboldt, Jerman Dr. Klaus Manderla, Departemen Sponsorship dan Networking Yayasan Humboldt, Britta Debus, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristekdikti RI, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, Kepala Divisi Sains dan Teknologi Kedutaan Jerman di Indonesia, Dr. Svan Langguth, mewakili DAAD Jakarta, Veronica Gaidamak, dan Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph.D., Kepala Asosiasi Alumni Marie Curie.
Konsorsium yang digagas oleh 50 peneliti dari 5 negara ASEAN ini memfokuskan diri pada isu/problem di ranah urban/perkotaan. Pembentukan konsorsium ini didahului oleh sesi “Smashing Boundaries” di mana konsep speed networking digunakan agar peneliti dapat mengenal satu sama lain.
Bentuk kegiatan dari konsorsium ini berupa kerjasama riset, pemanfaatan laboratorium lintas institusi dan negara (laboratorium bersama), penguatan iptek urban di ASEAN, mobilitas peneliti dan publikasi bersama.
Sebagai caretaker, UPJ bertanggungjawab untuk membuat basis data (database) kompetensi dan bidang penelitian dari peneliti, menghubungkan peneliti dengan minat dan kompetensi sejenis untuk memulai kolaborasi, mengusahakan dana penelitian yang dapat digunakan bersama oleh peneliti, merancang pertemuan rutin dengan para peneliti melalui konferensi atau workshop dan kegiatan lainnya.
Rektor UPJ, Leenawaty Limantara menunjuk Eddy Yusuf Ph.D sebagai pengelola konsorsium. “Konsorsium ini menjadi kendaraan bagi ilmuwan kajian urban melakukan percepatan riset, membangun kota yang berkelanjutan dengan konsep hijaunya,” ujar Leenawaty, sekaligus Ketua Panitia konferensi internasional Humboldt Kolleg ke-3.