Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan tradisi untuk membeli dan membaca buku sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat.
“Maka ketika kita membaca berbagai informasi akan terbuka. Sering kali buku itu disebut jendela dunia karena dengan membaca semua informasi dan ilmu bisa kita dapat,” ucapnya saat memberi sambutan pembukaan Big Bad Wolf Book Sale kamis 20 April 2017, di ICE BSD City Kabupaten Tangerang, Banten.
Diakatakannya, banyak yang bisa diadopsi dari buku-buku yang dipelajari untuk dapat menjadi lebih baik.
“Karena di era ini, kita dituntut untuk mempunyai daya saing sebagai individu atau sebuah bangsa bekualitas,” ucap dia.
Dibukanya ajang penjualan buku terbesar yang bertepatan dengan perayaan hari Kartini, juga memiliki pesan untuk mengajak ibu- ibu menjadi kartini membaca, menulis, berinteraksi, dan mempunyai pemikiran baik dilingkungan sendiri ataupun internasional.
Ajang ini terangnya, juga menjadi motifasi bagi seluruh warga bangsa, karena buku yang disediakan ditujukan untuk segala usia, baik balita sampai dewasa.
“Banyak buku dari segala profesi, buku untuk ibu rumah tangga. Ini menjadi fasilitas untuk mendorong minat baca bagi masyarakat dan untuk membeli buku,” cetus Khofifah.
Khofifah juga bercerita tentang masa kecilnya yang sudah sangat menggemari dunia baca sejak kelas 2 sekolah dasar. Dia merelakan dirinya untuk membantu keluarga berladang, agar dapat membeli buku pelajaran kala itu.
Big Bad Wolf Book Sale Jakarta digelar mulai dari 21 april sampai 2 mei 2017. Acara ini di laksanakan 24 jam nonstop. Dalam bazar kali ini terdapat area bermain anak- anak serta area food truck.
Buku Bazar Big Bad Wolf Book Sale untuk tahun ini juga lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya dua juta buku, tahun ini ada lima juta buku dihadirkan bagi masyarakat.(han)