Sabtu, 3 Januari 2026
Serpong Update
RELEASE

Menteri Dody Tinjau Progres Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Wujudkan Hunian Layak dan Manusiawi bagi Warga Terdampak Bencana

Serpongupdate.com – Memanfaatkan waktu libur Tahun Baru (1/1/2026), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan huntara ini menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan lebih manusiawi bagi warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan ruang dan fasilitas.

Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen penuh dalam mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, nantinya juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Dody.

Pembangunan huntara di Aceh Tamiang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bekerja sama dengan BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Progres pembangunan berjalan cepat, dari tahap pekerjaan pondasi hingga atap modular.

Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengapresiasi kualitas dan kecepatan pembangunan huntara tersebut. “Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat. Pekerjaannya juga sangat cepat, baru tiga atau empat hari sudah berdiri seperti ini. Kami berharap huntara ini dapat menarik minat masyarakat untuk pindah dari tenda pengungsian, karena jauh lebih layak dan manusiawi,” ujar Budi Irawan.

Huntara Aceh Tamiang direncanakan menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK) untuk sementara waktu. Kawasan huntara ini terdiri atas 7 blok bangunan modular hunian dan 1 blok tambahan dengan kapasitas 12 KK.

Setiap blok memiliki kapasitas hingga 48 orang atau 12 KK, dengan total daya tampung sekitar 336 orang dalam satu lokasi. Seluruh kawasan huntara dilengkapi fasilitas pendukung antara lain toilet komunal, instalasi listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi untuk mendukung kehidupan sehari-hari warga.

Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang agar kuat, cepat dibangun, dan tetap nyaman bagi penghuninya. Proses konstruksi meliputi pekerjaan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding, atap baja ringan, serta pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Dengan metode ini, pembangunan huntara di Gampong Bundar ditargetkan selesai pada awal Januari 2026, sehingga masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.

Kementerian PU berharap keberadaan huntara ini dapat membantu memulihkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat terdampak, sekaligus menjadi langkah awal menuju pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. (*)

Berita Terkait

Leave a Comment