Majelis Ulama Kota Tangerang Selatan, akui institusinya tidak lagi mampu memberikan pengkaderan dan pendidikan kepada calon ulama di Kota Tangsel, hal itu disebabkan ketiadaan anggaran untuk pelaksanaan program tersebut. Terakhir program Pendidikan Dasar Ulama (PDU) berjalan di tahun 2014.
Diakui Sekertaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rozak, program pendidikan dan pengkaderan ulama menjadi penting untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara ditengah kemajemukan masyarakat Kota Tangsel.
“Komisi pendidikan ada program pendidikan kader ulama, kita mandek mengkader ulama. Karena setiap satu angkatan anggaran habis 100 juta rupiah untuk 40 peserta,” terang Sekertaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rozak, Rabu 8 Maret 2017.
Diterangkan Rozak, MUI kota berdasarkan perda hanya menerima dana Hibah Pemkot per 2 tahun sekali, jumlahnya juga belum ideal untuk menunjang kegiatan di MUI. Pada tahun 2015 MUI Tangsel meraih hibah sebesar Rp 500-600 juta untuk dua tahun anggaran.
Akibatnya sejumlah program kegiatan pun tidak bisa terlaksana dengan baik dan maksimal. Akhirnya MUI pun menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah, Polres, Kecamatan dan lembaga lain untuk menunjang kegiatan yang diselenggarakan.
“Kemungkinan pengkaderan ulama akan keropos, pengkeroposan ulama bukan dari ulamanya, lembaganya dulu. Terkahir tahun 2014. Kalau tahun ini dapat paling kuotanya kita kurangi sesuai anggaran. Tapi intinya program PKU itu harus ada. Ini program nasional, PKU itu dari pusat sampai ke daerah, lulus secara berjenjang. Lulus di tingkat provinsi naik ke tingkat nasional,” cetus Rozak.(han)