Serpongupdate.com – Sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu terendam banjir. Sampai hari ini situasi di beberapa titik banjir dalam kondisi aman sudah tahap pemulihan juga pembersihan menurut keterangan yang diperoleh dari berbagai Posko Banjir, (7/1/2020)
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan pasca banjir beberapa waktu lalu telah mendirikan Posko Banjir di semua kecamatan dan kelurahan sampai dengan tingkat RW di titik-titik banjir.
Layanan kesehatan di posko mencakup berbagai penyakit yang timbul karena banjir. Jika pasien harus dilakukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke rumah sakit.Selain itu dari segi psikologis, telah digerakkan tenaga kesehatan untuk membantu trauma healing bagi anak-anak.
Kepala Bidang (Kabid) Kesmas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan dr. Iin Sofiati. SKM. MA mengatakan, Dinkes telah menyiagakan seluruh tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas untuk wilayah terdampak banjir di Tangerang Selatan dan wilayah sekitarnya.
“Pasca banjir beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan menginstruksikan kepada tenaga kesehatan di semua Puskesmas untuk terjun langsung ke masyarakat dan data terus kita update dan penambahan tenaga kesehatan terus kita dorong,” ujar dr. Iin, Selasa (7/1/2020).
Masih dalam penjelasannya, data yang kita peroleh dari Posko Dinas Kesehatan yang berada di semua wilayah adalah jumlah posko kesehatan 42 titik dan posko kesehatan mobile 29 puskesmas adapun Faskes yang terlibat yaitu Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik.
“Jumlah total pasien berobat ke posko kesehatan 864 orang, jumlah pasien layani di Rumah Sakit 2 orang. Dengan Rincian, Pasien wilayah kecamatan pondok aren 149 orang, Pasien wilayah Kecamatan Pamulang 130 orang, Kecamatan Setu 75 orang, Kecamatan Serpong Utara 61 orang, wilayah Kecamatan Ciputat 343 orang dan pasien wilayah Kecamatan Serpong 28 orang serta pasien Kecamatan Ciputat Timur 60 orang”, jelas dr. Iin menyebutkan data yang masuk.
Sesuai data terupdate yang ada pada Dinas Kesehatan dari hasil beberapa diagnosa terbanyak adalah Dermatitis 170 orang, Hipertensi 127, Myalgia 118 orang, ISPA 109 orang, Cefalgia 92 orang, Diare 38 orang, Febris 28 orang, Dyspepsia 28 orang Common cold 24 orang.
“Kami upayakan pelayanan maksimal untuk korban banjir waktu lalu sehingga diognasa apa saja yang ada pasca banjir, yang saya sebutkan itu mas dan masih beberapa diognasa yaitu Seperti Gastritis 24 orang.
Adapun Cek tensi sekitar 26 orang begitu juga Hipotensi ada 8 orang, Asma 6 orang, Oa 8 orang, Fatique 1, Isk 1, Arthritis 1, Luka lecet 4 orang, Luka robek 2 orang, hematom 2 orang, Varicella 1 orang, itulah hasil- hasil diagnosa dari posko-posko Dinas Kesehatan”, terang dr. Iin menjabarkan detail data yang ada.
Banyak tenaga yang terlibat dalam bemcana banjir beberapa hari lalu selain dari Dinas Kesehatan dibantu dari sipil dan militer.
“Selain tenaga kesehatan yang membantu pengungsi, bantuan yang diberikan juga berupa obat serta makanan tambahan bagi balita dan semoga semua menjadi pelajaran bagi kita semua dan harapannya adalah kita bersama-sama menjaga lingkungan kita”, pungkas dr. Iin seraya menutup bendelan data. (Yok)