Serpongupdate.com – Perlindungan dan kesehatan anak pasca tsunami dan gempa merupakan permasalahan penting yang membutuhkan dukungan berkelanjutan Dalam setiap peristiwa bencana alam, anak-anak menjadi korban yang paling menderita karena kerentanan fisik, psikologis dan sosial mereka, yang dapat dipicu dari perpisahan, kehilangan orang tua, keluarga, atau rumah tinggal mereka.
Pada akhir bulan September lalu, gempa berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami menghantam Sulawesi Tengah dan menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah, jalan, dan jembatan. Lebih dari 200 ribu penduduk harus menjadi pengungsi di 122 lokasi evakuasi, dimana 80 ribu diantaranya adalah anak-anak.
Sementara itu, Yayasan Sayangi Tunas Cilik bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dalam Identifikasi dan reunifikasi anak-anak yang terpisah, menyediakan bantuan psikologis bagi anak dengan membangun ruang ramah anak serta distribusi perlengkapan sekolah dan bahan untuk perawatan lbu anak (selimut, pakaian, kelambu, dll).
“Pfizer mengapresiasi tindakan Pemerintah lndonesia dan semua pihak yang telah bekerja keras tanpa lelah untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa dan pemulihan kesehatan bagi para korban, terutama kepada anak-anak yang terkena dampak. Pemulihan terjadi lebih cepat dengan adanya dukungan dari sektor swasta. komunitas Internasional dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Anil Argilla, Presiden Direktur PT. Pfizer lndonesia, Rabu (21/11/2018).
“The Pfizer Foundation bangga bisa berkontribusi untuk menolong korban bencana Palu dan Donggala dl Sulawesi Tengah,“ kata Caroline Roan, Presiden The Pfizer Foundation
Hal senada diungkapkan, Manager Kesiapan & Tanggap darurat dari Direct Relief, Gordon Willcock, pihaknya sangat berterima kasih atas komitmen Pfizer dan misi globalnya yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan kehidupan setiap orang di dunia.
Doseba Tua Sinay, CEO dan Direktur Nasional Wahana VISI lndonesia (World Vision) menambahkan, “Wahana VISI lndonesia memilki sejarah panjang dan kemitraan yang kuat dengan Pemerintah lndonesia, serta para mitra setempat di Palu, Sigi, dan Donggala. Tim kami turun ke lapangan segera setelah bencana terjadi, dan kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin agar bisa meringankan penderitaan para penduduk yang terkena dampak bencana.
“Kami mengapresiasi Pfizer yang telah menjadi salah satu mitra kami, untuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana dan kami sangat menghargai dukungan dari The Pfizer Foundation yang membantu kami untuk menjangkau lebih banyak anak di Palu dan Donggala Saat ini, Kami juga sedang mempersiapkan suplai perlengkapan yang berkaitan dengan perawatan ibu dan anak. Dirinya percaya dukungan ini dapat membantu mereka mengatasi kesulitan selama periode pemulihan ini,” tukas Selina Sumbung, Ketua Yayasan Sayang Tunas Cilik (Save the Children Indonesia). (abe)