Serpongupdate.com – PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) terus menggencarkan edukasi pasar modal ke generasi milenial. Paling anyar, RELI memberi pemahaman investasi kepada ratusan mahasiswa Universitas Surabaya.
RELI hadir atas undangan Investor Club Universitas Surabaya. Acara bertajuk ‘Direksi Mengajar’ yang digelar pada 6 September itu turut dihadiri kantor perwakilan RELI Surabaya dan direksi RELI. “Ada 200 lebih mahasiswa yang hadir dan mereka sangat antusias, menyimak mengenai peluang berinvestasi di pasar modal,” ujar Direktur RELI, Sriwidjaja Rauf, beberapa waktu lalu.
Menurut Sriwidjaja, pentingnya berinvetasi sejak dini dan juga pandangan mengenai menabung saham sejak dini. Seperti diketahui, sekarang ini, untuk menabung saham tak perlu butuh dana besar, cukup Rp 100 ribu sudah bisa berinvestasi.
Sementara, Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, strategi menjadi seorang trader saham, mulai dari tingkat dasar. Dengan pemahaman dasar diharapkan para investor pemula dapat mengerti berbagai pilihan strategi investasi sehingga mengurangi risiko dan bisa memperbesar keuntungan.
Menurut rencana, acara serupa, akan rutin dilaksanakan di kampus Universitas Surabaya. RELI, tentu saja menyambut positif dan mendukung. Menurut Sriwidjaja, galerry investasi di kampus Universitas Surabaya merupakan salah satu galery investasi Reliance yang teraktif.
Para mahasiswa, menurut Lanjar, pada umumnya ingin mengetahui seputar teknis investasi dan kondis market. Juga, muncul beberapa pertanyaan mengenai penurunan harga saham yang drastis sekaligus rencana redenominasi rupiah.
Dalam acara tersebut, RELI memberikan hadiah bagi tiga penanya terbaik berupa free opening account dengan saldo masing-masing Rp 500 ribu. Diharapkan, setelah memiliki account, para mahasiswa itu semakin giat untuk top up dan mempraktikkan investasi saham
Sriwidjaja menjelaskan, mahasiswa atau generasi milenal jaman now, sudah harus mulai investasi sejak dini. Mereka bisa ikut Yuk Nabung saham di Reliance Sekuritas.
Investasi diperlukan agar bisa memenuhi keinginan, melawan inflasi, membantu memenuhi kebutuhan, juga supaya kekayaan aset meningkat dan tak kalah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa depan. Salah satu manfaat berinvestasi yakni untuk melawan kenaikan inflasi dan kenaikan harga-harga barang.
“Maka, sejak dini, ubah pendapatan menjadi investasi, karena jangka panjang mampu melawan inflasi, atau ketika ada uang lebih selalu sisihkan untuk investasi,” ucap Sriwidjaja.
Mahasiswa juga harus memahami prinsip dasar investasi. Antara lain dengan menggunakan dana lebih. Kemudian mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan. Selain itu, tidak tempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen. Serta disiplin melakukan target investasi baik profit maupun cut loss.
Sebagai investor pemula, para mahasiswa juga harus waspada dengan iming-iming janji memberi imbal hasil tinggi dalam jangka pendek. Juga waspada penawaran investasi dari perusahaan yang tidak jelas. Selalu cek atau riset bagaimana izin perusahaan investasi tersebut. Karena hanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia.
Sebelum beli saham kenali seperti apa sahamnya, yang kedua tahu manfaatnya dan apa risikonya, lalu jangan ikut-ikutan orang beli saham yang tidak terlalu mahal ternyata berisiko dan rugi. “Generasi jaman now jangan tunda lagi berinvestasi saham,” imbuhnya. (abe)