24.3 C
Tangerang Selatan
Senin, 7 April 2025
Serpong Update
HEALTH

RSU Siloam Gelar Talkshow ‘ Merdeka dari Kanker Serviks’

Menyambut Hari Kemerdekaan ke- 72 Republik Indonesia, dan menkampanyekan  agar wanita merdeka dari kanker serviks ,  Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Karawaci, Tangerang menggelar talkshow dengan  tema ‘Merdeka dari Kanker Serviks’ pada Jumat, 11 Agustus 2017.

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Dan kanker ini menjadi  salah satu pembunuh nomor dua setelah kanker payudara bagi perempuan Indonesia.

doker dyana

Usai talkshow  dengan tema  ‘Merdeka dari Kanker Serviks’“ dr. Dyana Safitri Velies, Sp.OG, M.Kes, selaku dokter  RSU Siloam mengatakan, minimnya pengetahuan dan edukasi tentang bahaya kanker serviks dan juga paradigma salah yang beredar di masyarakat,  bahwa kanker serviks hanya terjadi pada wanita usia lanjut. Sehingga kebanyakan  wanita yang datang ke dokter sudah menderita  kanker serviks masuk stadium lanjut.

Perlu diketahui  untuk kanker serviks terjadi pada wanita dengan segala usia. Untuk itu pemeriksaan pap smear perlu dilakukan sejak awal.  Human papilloma virus  (HPV) merupakan virus pencetus kanker serviks . “Sekitar 70 sampai 75 persen, mereka yang aktif secara seksual berpotensi  tinggi meningkatkan kankers serviks,” ucapnya.

Lebih lanjut Dyana mengatakan, pemeriksaan pap smear dilakukan secara berkala atau rutin. Ada dua waktu yang baik untuk melakukan tes pap smear. Yakni dua kali,  saat perempuan  berusia dibawah  14 tahun dengan rentang waktu 6 dan 12 bulan,  dan tiga kali pap smear bagi mereka  diatas usai 14 tahun  dengan rentang waktu 0-2-6, yakni saat pertama kali, dua bulan kemudian dan 6 bulan kemudian.

“Di RSU Siloam, dalam satu bulan tidak sampai 10 wanita yang ingin melakukan deteksi dini dengan melakukan pap smear,“ ujar Dyana saat menjadi pembicara dihadapan sekitar 200 peserta yang didominasi kaum perempuan.

Talkshow yang berlangsung satu jam itu berlangsung hangat dan interaktif. Terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta. Dirinya berharap dengan dilakukan talkshow seperti ini, semua wanita menjadi sadar akan pentingnya deteksi dini pada kanker serviks .

Perlu diketahu, inveksi  pada kanker rahim membutuhkan rentang waktu antara 20-30 tahun.  Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain jangan berhubungan seksual saat remaja, setia pada satu pasangan,  gunakan pelindung dan terapkan pola hidup sehat.

seminar siloam

Berikut macam upaya pencegahan. Seperti  pencegahan primer dengan vaksin HVP untuk kekebalan tubuh atau mengkonsumsi tablet khusus. Pencegahan sekunder bagi yang terinveksi dengan pemeriksaan DNA HVP dan papsmear. Kemudian Pengobatan tersier  bagi yang sudah terkena kanker seperti operasi, radiasi, kemoterapi dan kemo-radiasi.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati ,” tutup Dyana mengutip salah satu ungkapan yang sangat jitu hingga kini.

Berita Terkait

Leave a Comment