Serpongupdate.com – Apakah “Miss.V” Anda sering mengeluarkan cairan berwarna dan berbau tidak sedap, gatal dan nyeri? Bila iya, berarti Anda sedang terserang penyakit keputihan. Jangan anggap remeh penyakit ini karena bila abaikan akibatnya akan sangat fatal. Bila gejalanya sudah tampak, segera konsultasikan dengan dokter.
Penyakit keputihan adalah suatu penyakit yang diderita wanita karena keluarnya cairan dari vagina secara berlebihan, cairan berwarna putih kekuningan atau putih kekelabuan baik encer maupun kental, berbau tidak sedap dan bisa menyebabkan rasa gatal.
Menurut dr. Julita Nainggolan, Sp.OG Rumah Sakit Umum Siloam, Karawaci, Tangerang, perempuan sering diganggu masalah penyakit kelamin seperti keputihan. Penyebabnya, karena sering menggunakan obat pembersih dan menggunakan sabun untuk membersihkan alat kelamin.
Keputihan, jika yang normal itu bewarna putih, sementara yang tidak normal itu warnanya tidak putih dan mengeluarkan bau.
“Keputihan yang termasuk dalam keadaan normal, yakni cairan yang keluar cenderung jernih serta tidak disertai bau atau rasa gatal,” ujar dokter Julita, saat konfrensi pers usia menjadi pembicara dalam talkshow dengan tema “Merdeka dari Kanker Serviks” yang berlangsung pada Jumat, 29 September 2017.
Ada beberapa penyebab penyakit keputihan, antara lain disebabkan oleh jamur, stres, infeksi, gangguan hormon dan lain sebagainya.
Julita menjelaskan, keputihan merupakan segala cairan yang keluar dari vagina. Vagina wanita bersifat asam. Tingkat keasaman sendiri merupakan pencegahan supaya bakteri tidak masuk ke dalam vagina.
Untuk membersihkan keputihan, dr. Julita menyarankan hindari penggunaan sabun, atau pembersih apapun kepada alat kemaluan wanita, karena akan menurunkan tingkat keasaman atau pH dari vagina itu sendiri. “Hindari juga penggunaan pantyliner. Ini akan menghambat sirkulasi udara dan merusak pH alami vagina,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rumah Sakit Umum Siloam juga menawarkan program ‘Paket Vaksin HPV’ untuk mencegah penyakit kanker servick dengan 3 kali suntik.