Serpongupdate.com – Kawasan Symphonia, sebuah mahakarya terbaru berupa kawasan hunian seluas 200 hektar diperkenalkan pertama kali saat momen launching di tahun 2017. Antusias yang tinggi terlihat dengan terjual habis dua Klaster perdana yang dijual sekaligus, Verdi dan Vivaldi. Untuk tahun ini, unit tambahan dalam Klaster Verdi dijual dalam dua tipe rumah yaitu 6 x 12 m dan 7 x 12 m dengan harga mulai dari 1,2 milyaran rupiah.
Symphonia merupakan sebuah icon baru dari Summarecon Serpong. Kawasan ini menjadi area pengembangan terbaru dari Summarecon Serpong setelah sebelumnya sukses mengembangkan tiga kawasan perumahan yaitu Pondok Hijau Golf, Scientia Garden hingga kawasan perumahan yang telah mendapatkan penghargaan dengan skala internasional, yaitu The Springs yang sudah berkembang pesat dan memiliki tingkat huni yang tinggi.
Symphonia memiliki lokasi yang strategis, penghuni di kawasan ini akan lebih mudah untuk menjangkau berbagai fasilitas publik, seperti pusat bisnis, pusat pendidikan dan juga kesehatan serta pusat lifestyle dan entertaiment. Hingga tahun 2019, Summarecon Serpong telah mencetak prestasi dengan memasarkan lima Klaster di kawasan ini yaitu Verdi, Vivaldi, Rossini, Mozart dan Martinez.
Magdalena Juliati, Excecutive Director Summarecon Serpong menjelaskan, awasan ini dilengkapi Harmony Lake yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari jogging track dan jalur sepeda untuk menyusuri kawasan dan danau, outdoor fitness, floating barbeque pavillion, dan kite flying track. Selain itu juga akan hadir fasilitas seperti reading zones, amphitheater, playground, touching pond, happy hills dan beberapa sarana pendukung lain.
Dua klaster perdana, klaster Verdi dan klaster Vivaldi berada di lokasi premium Symphonia dan juga memiliki akses berupa pemandangan indah ke arah danau.
“Klaster ini dirancang khusus dengan gaya arsitektur modern kontemporer yang memberikan kesan elegan, dan didukung dengan tata ruang bangunan dan penataan interior dalam rumah yang memanfaatkan potensi pencahayaan dan sirkulasi udara yang alami,” terang Magdalena dalam siaran pers beberapa waktu lalu. (rls)