25.2 C
Tangerang Selatan
Sabtu, 5 April 2025
Serpong Update
RELEASE

Tangsel Akan Dibangun Sanitasi Berbasis Masyarakat

Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya memiliki program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS).  Program ini dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB).

“Sebanyak 26 kota dari 13 provinsi mendapatkan program SANIMAS – IDB ini. Targetnya 1800 titik hingga tahun 2019 bisa selesai dibangun sarana prasarana sanitasi,” ungkap Dewan Ridwan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program SANIMAS-IDB.

Kota Tangsel merupakan salah satu kota yang mendapatkan program tersebut. Nantinya ada tiga titik yang akan dibangun sarana dari SANIMAS – IDB ini, yakni dua titik di Kademangan dan satu titik di Bakti Jaya.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Persiapan Pelaksanaan SANIMAS – IDB di Kampung Anggrek, Serpong pada Rabu, 19 Juli 2017.

“Tujuan dari program SANIMAS – IDB ini adalah untuk meningkatkan kesadaran untuk hidup bersih dan sehat masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kapasitas lembaga masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan layanan sanitasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu jiga untuk menyediakan sarana sanitasi komunal yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan Iingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Program SANIMAS-IDB dilaksanakan dalam rangka mendukung salah satu upaya pencapala target MDG’s yaitu pada tahun 2015 untuk menaikkan proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi layak yang berkelanjutan sebesar 62,41%,” jelasnya.

Sasaran RPJMN 2010-2014 dalam bidang sanitasi yaitu stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) & peningkatan layanan pengelolaan air limbah.

“Dimana sasaran program SANIMAS-IDB ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan cakupan layanan sanitasi dengan pendekatan berbasis masyarakat,” kata Dewan.

Program ini menargetkan penerima manfaat khususnya adalah masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dan semi perkotaan yang berpenduduk relatif padat, rawan sanitasi, dan diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Dana yang disediakan untuk pembangunan prasarana sarana sanitasi bagi setiap lokasi sasaran maksimal sebesar Rp. 425  juta termasuk untuk penyediaan air bersih dan sarana persampahan sebagai komponen penunjang.

Dana BLM digunakan untuk membangun baru infrastruktur sanitasi dengan opsi pilihan sarana yakni pembangunan ipal komunal dengan sistem perpipaan atau kombinasi ipal komunal dengan sistem perpipaan dan MCK.

Sementara, menurut Koordinator BKM Kademangan Bambang Premadi, terdapat beberapa konsekuensi yang harus diambil terkait program SANIMAS-IDB ini.

“Misalnya mengenai lahan apakah ada atau tidak, kemudian jika ada apakah memenuhi syarat atau tidak. Karena dilihat dari kontur tanah dan wilayahnya memungkin kan untuk dibangun Ipal atau tidak,” ungkapnya.

Di beberapa lahan di Kademangan, melalui proses konsultasi ada dua lokasi yang memenuhi syarat untuk pembuatan Ipal Komunal, yakni di RT 6 RW 2 dan di RT 7 RW 3. (rls)

Berita Terkait

Leave a Comment