Serpongupdate.com – Kekacaun penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membuka ruang bagi sejumlah sekolah swasta di Kota Tangsel.
Tahun 2018 ini, 24 ribu siswa lulus dari tingkat sekolah dasar di Kota Tangsel, sementara kuota penerimaan SMP Negeri hanya sekitar 6.500 siswa atau 20 persen dari jumlah lulusan siswa SD yang ada.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Taryono memastikan 12 ribu siswa lulusan SD di Tangsel telah mendaftar di 160 sekolah swasta yang ada di Tangsel.“Sisanya atau 50 persennya masih bertarung di sekolah negeri. Sementara kuota SMP Negeri hanya 6.500,” kata dia Rabu 11 Juli 2018.
Diungkapkan Taryono, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah sekolah swasta unggulan yang ada di Tangsel, untuk memperpanjang penerimaan siswa baru. Ini diperuntukkan bagi calon siswa yang tidak tertampung di sekolah Negeri.
“Karena rata rata sekolah favorit swasta di Tangsl buka sebelum PPDB negeri dibuka, ini kita sudah berkomunikasi, agar mereka yang siap secara infrastruktur bisa memperpanjang masa PPDB sekolah swasta, agar yang tidak tertampung di kami bisa tetap melaksanaan KBM sesuai jadwal,” ucapnya.
Lia Armaliani, Direktur Perguruan Global Islamic School II Serpong, mengaku masih membuka satu kelas sampai akhir Juli 2018 ini, hal ini mengingat masih banyaknya siswa di Tangsel yang bertarung di sekolah negeri.“Sebenarnya kami sudah cukup untuk tahun ini, karena melihat ada persoalan dan daya tampung sekolah negeri yang terbatas, kami membuka kembali pendaftaran hanya untuk 24 siswa,” ucap Lia.
Menurutnya, saat ini, sudah ada 3 kelas yang terisi oleh siswa baru, meski diakuinya secara kapasitas ruang kelas, pihaknya mampu menampung siswa hingga 6 kelas untuk tingkat SMP danSMA.
“Karena bicara pendidikan kami juga harus berikan kesempatan kepada lingkungan. Kami memahami sekolah negeri belum mencukupi. Maka kami masih menerima satu kelas maksimal 24 siswa, walau daya tampung kelas kami bisa lebih, tapi harus disesuaikan dengan beban kerja guru-guru kami, karena mencari guru baru itu tidak mudah, butuh waktu. Maka yang siap kami buka sampai satu kelas,” katanya.
Dirinya menjamin sekolah swasta GIS tak kalah dengan sekolah swasta lain di Tangsel, hal itu dibuktikan dengan raihan akreditasi sekolah yang memperoleh predikat A.“Dengan adanya akreditasi, menyamakan kulitas sekolah swasta dan negeri. Kalau dari sisi fasilitas justru kami unggul, sarana olahraga kami lebgkap untuk semua cabang olahraga, termasuk panahan, renang, kami ada fasilitas GOR untuk itu,” bilangnya.
Hal senada juga disampaikan Dessy Kepala Bidang Konseling dan kesiswaan Sekolah SMA Pembangunan Jaya Bintaro, menurutnya, dari 120 kuota penerimaan peserta didik baru tingkat SMA. Baru terisi oleh 112 siswa. “Kami juga masih buka sampai 14 Juli, karena berdasarkan kuota masih tersedia dan bisa menampung siswa,” katanya. (han)