24.3 C
Tangerang Selatan
Minggu, 6 April 2025
Serpong Update
RELEASE

Tolak Dibongkar, Warga Dan Pedagang Pasar Gintung Datangi DPRD Tangsel

Serpongupdate.com – Sekitar 30 pedagang dan juga warga Pasar Gintung mendatangi Kantor DPRD Tangerang Selatan yang berada di Viktor Buaran Serpong Kota Tangerang Selatan Banten, Senin (27/11/2017).

Para pedagang datang ke kantor Dewan tersebut dikarenakan mereka menolak pembongkaran paksa Pasar Gintung oleh Pemkot Tangsel yang akan dilakukan tanggal 29 November mendatang.

Para pedagang dan juga warga ini datang dengan mengatasnamakan Paguyuban Warga dan Pedagang Gintung (Posko Pagi) yang juga didampingi kuasa hukum mereka dari PBHI Jakarta.

Dalam aksinya pengunjukrasa membawa spanduk dan poster bertuliskan : Posko Pagi : Paguyuban Warga dan Pedagang Gintung, Hastag Rempoa Resah,  Kami Melawan Karena Mencari Keadilan, Posko Pagi melawan Digusur dan juga Poster yang bertuliskan jangan Rampas‎ Hak Tanah Kami.

Seperti dijelaskan oleh kuasa hukum para pedagang yaitu Nasrul Dongoran dari PBHI Jakarta, bahwa warga menolak pembongkaran paksa oleh Pemkot Tangsel yang dinilai tidak transparan dan juga kurangnya sosialisasi dari Pemkot Tangsel kepada pedagang.

“Kami menolak dibongkar paksa karena Pemkot tidak melakukannya sesuai proaedur. Harusnya ada sosialisasi terlebih dahulu. Selain itu Warga maupun pedagang juga menolak adanya oknum ormas yang mengintimidasi warga agar membongkar Pasar Gintung,” ucap Nasrul.

Ditambahkan oleh Nasrul Dongoran, warga juga meminta agar Pemkot Tangsel menyediakan relokasi Pasar Gintung jika memang pasar akan segera dibongkar.

Setelah berorasi didepan kantor DPRD Tangsel, pengunjukrasa diterima oleh perwakilan DPRD Tangerang Selatan yaitu Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan Taufik dan juga anggota komisi 1 DPRD Tangerang Selatan Indah Dewi Damayanti.

20171127_111914

Menurut Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan Taufik , ‎Persoalan ini dikarenakan kurangnya komunikasi antara warga dengan Pemkot Tangsel.

“Untuk itu DPRD Tangsel akan memanggil Dinas-dinas terkait agar bisa menjelaskan persoalan ini. Dan Rencana pembongkaran pasar gintung pada 29 November 2017 untuk sementara akan ditunda terlebih dahulu sebelum ada titik temu antara Warga dan pemkot Tangsel,” ujar Taufik.

Setelah diterima oleh anggota DPRD Tangerang Selatan Para pedagang dan juga warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga dan Pedagang Gintung (Posko Pagi) ini membubarkan diri dengan tertib. (Nto)

Berita Terkait

Leave a Comment