Cilegon – Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy pastikan tiga dermaga di Pelabuhan merak sudah dapat dibuka, ketika melakukan pantauan langsung di Pelabuhan Merak pada Jumat (1/12).
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir berimbas pada terganggunya arus transportasi khususnya jalur laut, akibat tingginya gelombang yang memcapai 5 meter. Pada kamis malam (30/11) kemarin PT ASDP, Gapasdap , Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten, dan KSOP Merak memutuskan untuk menghentikan aktifitas transportasi pelabuhan merak.
Andika Hazrumy mengungkapkan, pasca meredanya Siklon Tropis Dahlia yang terjadi di selatan Selat Sunda, jumat pagi 3 dermaga yaitu dermaga 1, 2 dan 3 sudah dapat digunakan mengingat ketiga dermaga tersebut tidak langsung menghadap ke laut lepas.
“Tiga dermaga sudah dapat digunakan, karena memang terhalang dengan pulau jadi gelombang tidak terlalu besar, kapal bisa bersandar,” ujar Andika Hazrumy usai memantau pelabuhan merak bersama Wakapolda Banten, Kombes Pol Tomex Kurniawan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Jumat (1/12)
Pasca penutupan sementara pelabuhan merak, terpantau antrian panjang kendaraan hingga beberapa kilometer. Bahkan truck-truck ekspedisi terlihat memadati di sepanjang tol menuju pelabuhan merak. Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Banten, Kombes Pol Tomex Kurniawan mengungkapkan bahwa sejak pagi arus lalu lintas sudah mulai terurai seiring dengan dibukanya 3 dermaga.
“kemacetan sudah mulai terurai sejak pagi, memang semalam stuck (tidak bergerak) karena gelombang cukup tinggi jadi pelabuhan ditutup sementara, untuk keamanan kita sudah siagakan anggota,” kata Wakapolda Banten, Kombes Pol Tomex Kurniawan
Perlu diketahui bahwa ASDP Indonesia Ferry menutup sementara pelabuhan merak lantaran kondisi cuaca ektrem dimana tinggi gelombang mencapai 5 meter dengan kecepatan angin diatas 45 knot. (abe)