Serpong Update
EDUCATION

Mahasiswa Arsitektur UMN, Ikut Konvensi Tahunan TKI MAI ke-33

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya di bidang arsitektur. Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten mengirim 20 mahasiswa Program Studi Strata Satu Arsitek untuk mengikuti acara konvensi tahunan Mahasiswa Arsitektur Indonesia: Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Aristektur Indonesia (TKI-MAI) ke-33  Jakarta yang berlangsung mulai 23-30 Juli 2017.

Meskipun Program Studi Arsitektur UMN baru menginjak tahun pertama. Di konvensi Mahasiswa Arsitektur Indonesia, Kampus UMN bersama dengan Kampus Tarumanagara dan Kampus Borobudur ditunjuk menjadi tuan rumah pagelaran TKI-MAI ke-33 Jakarta.

Adriel Frederick selaku Ketua Internal TKI MAI ke-33 UMN mengaku bangga karena Program Studi Arsitektur UMN bisa menjadi salah satu tuan rumah sekaligus sponsor dan panitia acara tahunan ini walaupun usia Program Studi Arsitektur UMN baru menginjak tahun pertama.

Ia berharap kegiatan workshop ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa Arsitektur di Indonesia khususnya UMN sekaligus memberikan sumbangan bagi pengembangan dunia arsitektur.

“Semoga dengan mengikuti Workshop Urban Intervention ini, para mahasiswa Arsitektur mendapatkan kompetensi, pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan bambu menjadi bangunan arsitektur,” ungkap Frederick mahasiswa semester 2 Prodi Arsitek UMN.

Dengan biaya energi yang makin mahal, makin banyak gedung yang dirancang sebagai gedung hemat energi.  Pemanfaatan material bambu, yang bisa menggantikan material bahan bangunan menjadi fokus konvensi tahunan (TKI-MAI) ke-33  dengan mengadakan kegiatan workshop bertema Urban Intervention

Penggunaan materi bambu dalam instalasi ini bukan tanpa sebab. Penggunaannya dalam arsitektur belum banyak dan kurang mendapat apresiasi. Padahal, bambu adalah material dengan berbagai kelebihan seperti lebih kuat, ramah lingkungan dan efektif dari segi struktural.

mahasiswa aristektur

Dalam Workshop ini, para peserta bersama seniman Akademi Bambu Nasional mengasah kemampuan dan kreativitas untuk membuat konsep dan membangun karya instalasi bambu yang efektif untuk public space.

Dari hasil workshop yang berlangsung 24-28 Juli 2017 di UMN, sebanyak 17 karya instalasi bambu ditempatkan di Taman Kota 2 BSD sebagai penunjang area publik, sehingga fungsi taman kota akan makin terasa bagi pengunjung.

“Kami juga berharap kompetisi di antara mahasiswa untuk merancang bangunan dengan material bambu pun terbangun. Besar harapan kami terbangun networking antar mahasiswa Arsitektur Indonesia dengan alumni-alumninya,” ujar Frederick yang bertanggung jawab atas 350 mahasiswa Arsitektur dari 19 provinsi.

Berita Terkait

Leave a Comment