Warga RT 01/09 Blok Flamboyan, Perum Puri Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, menggelar pengajian atas musibah yang menimpa satu keluarga M.Nurdin, korban kebakaran kapal Zahro Ekspress di perairan Pulau seribu pada Minggu (1/1/2017).
Pengajian warga tersebut digelar selama tiga hari kedepan, sejak Senin hingga Rabu (4/1) malam.
Keberangkatan Nurdin 44, ke Pulau Tidung bersama istrinya Sari,42, dan tiga orang anaknya, Syifa, Najwa dan Rifa untuk berlibur bersama keluarga.
“Kami warga di sini, menggelar pengajian bada Isya untuk mendoakan keselamatan Bapak Nurdin, rencanaya sampai tiga hari sejak tadi malam, kami gelar di Aula,” ucap Dwi, tetangga Nurdin.
Dwi menuturkan, Nurdin dan keluarganya belakangan ini terus membujuk para tetangga untuk berlibur bersama.
“Karena memang satu keluarga itu supel dan dekat sama tetangga, belakangan ini entah suami atau istrinya sering bujukin tetangga buat liburan bareng. Awalnya waktu itu ngajak ke Guci di Tegal, terus ngomong ke pantai Anyer, nah terakhir ngajak ke Tidung, karena kebetulan musim libur anak sekolah juga,” cetus ibu dua anak yang dikenal dekat dengan Sari, Istri Nurdin.
Dimata Dwi dan para tetangga lain, keluarga Nurdin, merupakan keluarga yang hangat dan bersahabat. Dwi pun merasa kaget mendengar kabar musibah yang menimpa satu keluarga tersebut.
“Saat tahu berita itu, sorenya saya coba hubungi tapi semua HP keluarga Pak Nurdin tidak ada yang aktif. Terakhir kabar Bu Sari masih di rawat di RSCM bersama si bungsu Rifa, pagi ini kabarnya Bu Sari jalani operasi yang kedua, kalau tidak salah operasi paru-paru karena banyak cairan tertelan di paru-parunya,” ucap dia.(han)
—