Indonesia berhasil memborong medali di ajang Asian Science and Math Olympiad for Primary School (ASMOPS) ke-6 di Allium Hotel, Kota Tangerang.
Kejuaraan Asia olimpiade matematika dan sains untuk kategori sekolah dasar (SD) yang berlangsung dari 26 – 28 Nopember 2016 ini dikuti 76 peserta dari 5 negara.
Ketua Panitia ASMOPS 2016 Christina Simanjuntak mengatakan putra-putri sekolah dasar (SD) Indonesia mampu bersaing dengan empat negara peserta lainnya yakni Taiwan, Thailand, Malaysia dan Filipina.
Dalam ajang kali ini, Indonesia meraih dua medali emas, tiga medali perak dan satu medali perunggu untuk Kategori Sains Individu serta dua medali emas, dua medali perak dan tiga medali perunggu dalam kategori Matematika Individu.
“Untuk Kategori Kerjasama Tim Ekplorasi Matematika dan Sains Gabungan, Indonesia memperoleh penghargaan Best Team. Sedangkan untuk dua tim lainnya memperoleh 1st Runner Up,” ungkap Christina usai Closing Ceremony ASMOPS 2016 di Allium Hotel Tangerang, Senin (28/11/2016).
ASMOPS 2016 ini menurut Christina terselenggara atas kerjasama Surya Institute dan PT Freeport Indonesia. Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh juri dari Center of Science and Mathematics Olympiads (CoSMOs).
“Pada tahun 2017 akan datang, ASMOPS ke-7 akan digelar di Thailand. ASMOPS ini juga digelar untuk siswa tingkat sekolah menengah pertama ,” tambahnya.
Sebagai informasi. ASMOPS dicetuskan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D adalah Pendiri dan Dewan Pembina dari Surya Institut, Pendiri dan Rektor Surya University untuk menarik minat belajar sains dan matematika pada tingkat SD. Mengingat belum adanya olimpiade sains dan matematika dalam bentuk tim untuk siswa-siswi SD se-Asia.
“ASMOPS ini diharapkan bisa menjadi salah satu dari sekian banyak kompetisi yang dapat mendorong banyak siswa sekolah dasar untuk mengeksplorasi tanpa batas dan dapat menemukan minat yang dimiliki,” terang Yohanes.